Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Olahan Tumbuh, Kinerja CPIN Diprediksi Cemerlang Tahun Ini

CPIN mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 14,6 persen secara tahunan untuk produk ayam olahannya dari Rp4,88 triliun pada 2019 menjadi Rp5,6 triliun pada 2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  21:35 WIB
Charoen Pokphand Indonesia. - Charoen
Charoen Pokphand Indonesia. - Charoen

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan pada produk ayam olahan diprediksi akan menjadi pendukung kenaikan kinerja emiten unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sepanjang 2021.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham CPIN itu mencatatkan penjualan sebesar Rp42,51 triliun pada 2020. Perolehan tersebut naik tipis dari Rp42,501 triliun pada 2019.

Jika lebih dirinci, hanya 2 dari 5 sektor penjualan CPIN yang mencatatkan pertumbuhan. Penjualan dari produk pakan tercatat turun dari Rp15,99 triliun menjadi Rp14,23 triliun.

Penurunan juga terjadi pada penjualan anak ayam usia sehari (Day Old Chicken/DOC) senilai Rp2,15 triliun dari sebelumnya Rp2,77 triliun. Sementara itu, sektor lain-lain mencatat penerimaan Rp1,48 triliun berbanding Rp1,56 triliun pada 2019.

Selanjutnya, penjualan bersih dari ayam pedaging tercatat naik dari Rp17,27 triliun menjadi Rp19,03 triliun, naik 10,16 persen secara year on year (yoy). CPIN juga mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 14,6 persen yoy pada produk ayam olahannya dari Rp4,88 triliun menjadi Rp5,6 triliun.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menuturkan kinerja CPIN sepanjang 2020 lebih banyak ditopang oleh penjualan produk olahannya karena konsumsi yang masih cukup terjaga.

Ia menjelaskan, kondisi pandemi sepanjang 2020 terlihat tidak menyurutkan masyarakat untuk melakukan konsumsi bahan pangan, termasuk produk olahan ayam. Di sisi lain, sifat produk olahan ayam yang lebih praktis dan lebih murah juga menjadi nilai tambah baik bagi konsumen maupun CPIN.

“Penurunan harga bahan baku sepanjang tahun lalu juga berdampak positif untuk CPIN. Sehingga dengan meningkatnya pendapatan, perusahaan memiliki ruang untuk menjaga kinerja labanya,” jelas Reza saat dihubungi Bisnis pada Kamis (10/6/2021).

Reza memprediksi, kinerja positif CPIN sepanjang tahun 2020 akan berlanjut pada 2021. Salah satu motor kinerja perusahaan pada tahun ini diprediksi berasal dari segmen produk olahan chicken nugget yakni Fiesta.

Menurutnya, salah satu langkah potensial yang dapat dilakukan CPIN adalah dengan menambah varian produk Fiesta. Selain itu, perluasan distribusi penjualan, baik melakui gerai-gerai ritel maupun pihak lain sebagai agen penjual makanan beku (frozen food) diyakini dapat memicu pertumbuhan penjualan.

Lebih lanjut, Reza menuturkan, meski harga sahamnya terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan kompetitor lain seperti JPFA, MAIN, dan SIPD pergerakan saham CPIN dinilai masih cukup likuid. Hal tersebut membuka peluang harga saham CPIN untuk melaju ke target harga Rp8.250 pada akhir tahun 2021.

“Dengan pergerakan yang masih likuid, saya masih merekomendasikan untuk buy saham CPIN,” kata Reza.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

charoen pokphand indonesia emiten perunggasan
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top