Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspansi ke Luar Negeri, Ini Rekomendasi Saham Charoen Pokphand (CPIN)

CPIN telah mendandatangani perjanjian kerja sama ekspor produk olahan unggas dengan KWIQ Supermarket di Qatar pada awal 2021.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  19:10 WIB
Charoen Pokphand Indonesia. - Charoen
Charoen Pokphand Indonesia. - Charoen

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja emiten unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) diprediksi semakin optimal pada 2021 seiring dengan ekspansi yang dilakukan perusahaan dan kebijakan akomodatif dari pemerintah.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan, kenaikan pada penjualan ayam pedaging dan produk ayam olahan CPIN kemungkinan besar ditopang oleh pola hidup masyarakat pada masa pandemi virus corona.

Ia memaparkan, kebijakan social distancing dan pembatasan aktivitas keramaian seperti di pasar membuat penjualan retail menurun.

Namun, masyarakat tetap dapat membeli produk-produk tersebut secara daring. Hal tersebut membuat masyarakat cenderung untuk langsung membeli makanan secara daring daripada memasak, atau keluar rumah.

“Ayam broiler dan ayam olahan dapat disimpan, dan dapat disajikan kapan pun terutama untuk restoran. Jadi, walau pasar tutup, penjualan ayam tetap berjalan,” jelasnya saat dihubungi Bisnis pada Kamis (10/6/2021).

Frankie melanjutkan, CPIN masih memiliki celah untuk bertumbuh pada tahun 2021 baik dari sisi laba maupun penjualan. Prospek ini salah satunya ditopang oleh ekspansi yang dilakukan CPIN ke luar negeri.

“Dengan langkah ekspor ini, perusahaan bisa melakukan efisiensi dari lini bisnis yang terintegrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Frankie melanjutkan, kebijakan culling (afkir) yang dilakukan pemerintah sejak awal tahun 2021 akan membuat harga DOC tetap terjaga.  Sentimen ini diyakini dapat memperbaiki angka penjualan CPIN yang nantinya berimbas pada keuntungan perusahaan.

“Membaiknya ekonomi pascapandemi juga berperan penting dalam menunjang pendapatan CPIN nantinya, karena daya beli masyarakat kembali pulih dan kegiatan pasar juga mulai normal,” tambahnya.

Terkait kinerja saham, Frankie masih menyematkan rating beli (buy) untuk CPIN meski level harga saat ini sedikit over valued. Hal tersebut disebabkan oleh rasio price to equity (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih tinggi dibandingkan kompetitornya seperti JPFA dengan kinerja yang hampir sama.

Meski demikian, Frankie mengatakan, apabila ekspansi CPIN di tahun berjalan dan tahun mendatang menorehkan hasil yang baik, maka harga saham perusahaan masih memiliki ruang untuk naik.

“Untuk target harga terdekat CPIN saat ini berada di kisaran Rp7.500 - Rp7.700,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, CPIN juga telah melaksanakan ekspansi produk-produknya ke luar negeri. CPIN telah mendandatangani perjanjian kerja sama ekspor produk olahan unggas dengan KWIQ Supermarket di Qatar.

Komisaris Independen Charoen Pokphand Suparman mengatakan pengiriman ke Qatar kali ini diharapkan menjadi pintu gerbang ekspor Indonesia untuk tujuan negara Timur Tengah. "Kami berhasil membuat kesepakatan bisnis dengan pemerintah dan pembeli dari Qatar untuk mengekspor produk makanan olahan daging ayam," katanya.

Berdasarkan kesepakatan, maka ekspor produk olahan unggas minimal sebanyak 21.600 kg untuk 2021. Ekspor tahap awal yang dikirimkan sebanyak 1 kontainer atau kurang lebih 3.618 kilogram senilai Rp220 juta.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

charoen pokphand indonesia emiten perunggasan
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top