Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cari Momentum, Sampoerna Agro (SGRO) Berencana Emisi Surat Utang Lagi Tahun Ini

Perseroan tengah mencari momentum yang tepat untuk kembali menerbitkan surat utang baru yang ditargetkan pada tahun ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 06 Juni 2021  |  15:37 WIB
Salah satu perkebunan sawit yang dikeloal PT Sampoerna Agro Tbk. - Sampoernaagro.com
Salah satu perkebunan sawit yang dikeloal PT Sampoerna Agro Tbk. - Sampoernaagro.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen minyak sawit, PT Sampoerna Agro Tbk., berencana kembali menerbitkan surat utang pada tahun ini.

Head of Investor Relations Sampoerna Agro Michael Kesuma mengatakan bahwa perseroan tengah mencari momentum yang tepat untuk kembali menerbitkan surat utang baru yang ditargetkan pada tahun ini.

“Kami cari momentum yang tepat dalam beberapa bulan ke depan, kami harapkan bisa tahun ini,” ujar Michael kepada Bisnis, Jumat (4/6/2021),

Dia menjelaskan penerbitan surat utang itu akan menjadi tahap terakhir dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang telah diterbitkan perseroan sebelumnya.

Emiten berkode saham SGRO itu mengestimasikan nilai emisi surat utang akan berada di kisaran Rp500 hingga Rp600 miliar. Namun, jumlah emisi masih dapat berubah, disesuaikan dengan kondisi pasar.

Michael menjelaskan bahwa rencana penerbitan surat utang itu sebagai upaya perseroan untuk meningkatkan likuiditas dan manajemen utang.

Untuk diketahui, SGRO telah menerbitkan menerbitkan surat utang mencapai Rp569,5 miliar pada medio Maret 2021.

Surat utang itu terdiri atas obligasi berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 dengan jumlah pokok sebesar Rp174,615 miliar dan sukuk ijarah berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 dengan sisa imbalan ijarah sebesar Rp394,885 miliar.

Jika diperinci, obligasi berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri A sebesar Rp127,665 miliar berbunga 9,45 persen dengan tenor 3 tahun dan seri B sebesar Rp46,95 miliar berkupon 10,35 persen dengan tenor 5 tahun.

Obligasi itu termasuk dalam penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi Sampoerna Agro dengan target dana yang akan dihimpun Rp1 triliun.

Sementara itu, sukuk juga diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri A sebesar Rp236,635 miliar bertenor 3 tahun dengan cicilan imbalan sekitar Rp22,36 miliar dan seri B sebesar Rp158,25 miliar bertenor 5 tahun dengan cicilan imbalan sekitar Rp16,37 miliar.

Sukuk ijarah itu termasuk dalam PUB sukuk ijarah berkelanjutan I dengan target Rp1 triliun.

Manajemen Sampoerna Agro menjelaskan bahwa dana hasil emisi obligasi dan sukuk ijarah itu akan digunakan untuk pembayaran awal sejumlah utang dan membiayai kebutuhan modal kerja.

Sekitar 74 persen dari dana hasil emisi untuk pelunasan lebih awal pokok utang bank milik perseroan, sekitar 6 persen untuk pelunasan lebih awal sebagian pokok utang bank milik entitas usaha PT Usaha Agro Indonesia, sekitar 20 persen untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Sementara itu, dana dari sukuk akan digunakan 100 persen untuk melunasi sisa pokok utang bank milik PT Usaha Agro Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampoerna agro surat utang korporasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top