Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Lanjut Melemah Ditekan Dolar AS

Rupiah ditutup terdepresiasi 0,07 persen menjadi Rp14.605 per dolar AS. Sejak awal tahun, mata uang garuda turun 3,95 persen.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 April 2021  |  15:52 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan pada hari ini, Selasa (13/4/2021), terimpit oleh indeks dolar AS yang terus menguat.

Mengutip Bloomberg pada Selasa (13/4/2021), rupiah ditutup terdepresiasi 0,07 persen menjadi Rp14.605 per dolar AS. Sejak awal tahun, mata uang garuda turun 3,95 persen.

Pelemahan mata uang juga terjadi di beberapa negara lain di kawasan Asia Pasifik. Rupee India jatuh paling dalam hari ini sebesar 0,46 persen, baht Thailand melemah 0,17 persen dan yuan China turun 0,02 persen.

Pada saat bersamaan, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback  di hadapan sekeranjang mata uang utama dunia menguat 0,03 persen menjadi 92.170.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan peningkatan harapan pemulihan ekonomi yang cepat setelah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap imbal hasil Treasury AS membuat investor menjauh dari  aset berisiko. 

“Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tetap sedikit lebih tinggi setelah lelang obligasi tenor 3 dan 10 tahun pada Selasa (13/4/2021) menarik permintaan yang layak. Selanjutnya obligasi tenor 30 tahun akan dilelang di kemudian hari,” jelas Ibrahim dalam riset harian, Selasa (13/4/2021).

Sementara itu, data inflasi di Negeri Paman Sam diperkirakan naik pada Maret 2021 atau melanjutkan tren kenaikan bertahap dalam beberapa bulan terakhir. Pada saat bersamaan, pasar tenaga kerja di AS juga semakin kuat.

Para pelaku pasar akan mencermati pidato dari Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell pada Rabu (14/4/2021) waktu setempat. Pada saat yang sama, The Fed juga akan merilis Beige Book yang berisi panduan arah kebijakan bank sentral.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menjelaskan, penurunan kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir semakin menenangkan pasar. 

Dengan berkurangnya jumlah pasien Covid-19 akan membuat masyarakat dan pengusaha lebih optimistis karena semua kegiatan baik industiri, pariwisata dan lain-lain akan kembali normal

Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan esok hari, Rabu (14/4/2021), pada kisaran Rp14.590 - Rp14.630.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top