Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rambah Energi Surya, Indika (INDY) Berkongsi dengan India 

Indika Energy (INDY) dan Fourth Partner Energy mendirikan perusahaan patungan dengan komposisi pemegang saham mayoritas dimiliki INDY.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  14:14 WIB
Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, Arsjad Rasjid. - Istimewa
Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, Arsjad Rasjid. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Indika Energy Tbk. merambah bisnis energi tenaga surya dengan mendirikan kongsi patungan bersama Fourth Partner Energy (4PEL), salah satu perusahaan energi surya terbesar di India.

Usaha patungan antara Indika Energy dengan Fourth Partner Energy dinamakan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya atau EMITS. Indika masuk lewat anak usaha PT Indika Tenaga Baru Pembentukan usaha patungan dilakukan pada 3 Maret 2021.

Total investasi dari JV tersebut senilai Rp14,26 miliar. INDY menggenggam porsi kepemilikan atas JV tersebut sebesar 51,001 persen, sedangkan 4PEL menggenggam 48,999 persen.

Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendiversifikasi portofolio, mencapai tujuan keberlanjutan, meningkatkan kinerja ESG, dan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025.

Dia menilai Indonesia memiliki potensi sangat besar di sektor energi terbarukan dan melihat mulai meningkatnya permintaan atas solusi energi bersih dan ramah lingkungan.

“Indika Energy berkomitmen untuk menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam   memaksimalkan potensi yang dimiliki melalui kerja sama dengan mitra berpengalaman guna menghadirkan solusi tenaga surya yang terpercaya dan berbiaya kompetitif bagi Tanah Air,” ujar Arsjad dikutip dari keterangan resminya, Jumat (5/3/2021).

Selain itu, Arsjad mengatakan  bahwa pendirian EMITS akan akan berkontribusi terhadap pencapaian komitmen perseroan untuk meningkatkan porsi pendapatan dari sektor non-batubara sebesar 50 persen pada 2025.

Sementara itu, Co-Founder dan Executive Director Fourth Partner Energy, Vivek Subramanian mengatakan bahwa kerja sama dengan INDY merupakan bagian penting dari strategi ekspansi kami ke sejumlah pasar utama di Asia Tenggara.

“Indonesia memiliki potensi pengembangan sektor energi terbarukan yang sangat besar, sejalan dengan target agresifnya untuk melakukan dekarbonisasi,” ujar Subramanian.

Lewat EMITS,  kedua perusahaan siap mengambil peran penting dalam transisi energi hijau di Indonesia. Transisi itu berjalan dengan menghadirkan listrik yang bersumber dari energi  lebih bersih dan berbiaya lebih rendah dibandingkan tarif jaringan, serta dapat membantu tujuan pembangunan berkelanjutan.

Untuk diketahui, Fourth Partner Energy merupakan penyedia solusi energi tenaga surya dari India yang berfokus pada sektor komersial dan industrial. Perusahaan ini memiliki portofolio PLTS dengan total kapasitas terpasang sebesar 550 MW di 24 negara bagian.

Saat ini, secara mayoritas Fourth Partner Energy dimiliki oleh The Rise Fund,  social impact fund dengan total dana kelolaan US$5 miliar yang didirikan oleh TPG Global dengan sejumlah tokoh dunia seperti Bono (vokalis grup band U2 asal Irlandia), Ratu Rania dari Yordania, dan Jeff Skoll (presiden pertama eBay). 

“Dengan kompetensi yang dimiliki Indika Energy, serta keahlian kami di bidang energi terbarukan, kami yakin EMITS akan menjadi platform solusi energi terbarukan yang terdepan di Indonesia,” papar Subramanian.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif Indika Energy dan kemitraannya yang merupakan langkah konkrit dalam pemanfaatan energi bersih sekaligus dapat berkontribusi untuk akselerasi pencapaian target bauran EBT 23 persen  pada tahun 2025.

“Kami berharap dengan didirikannya EMITS ini dapat meningkatkan investasi di bidang infrastruktur EBT, mampu menghadirkan inovasi teknologi yang lebih handal, efisien, murah dan ramah lingkungan serta menyerap tenaga kerja dan mendukung upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19,” ujar Arifin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy ebt
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top