Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com
Premium

Menilik Deretan Emiten yang Berpesta dari Insentif Royalti Gasifikasi Batu Bara

22 Februari 2021 | 20:30 WIB
Pengenaan royalti batu bara sebesar 0 persen memberikan dampak yang signifikan terhadap perusahaan tambang yang melakukan penghiliran atau gasifikasi batu bara.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah baru saja mengesahkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, yang merupakan peraturan pelaksana UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja.

Beleid itu mengatur tentang pengenaan royalti batu bara sebesar 0 persen terhadap perusahaan tambang yang melakukan penghiliran atau gasifikasi batu bara.

Salah satu tujuan dari kebijakan itu adalah program peningkatan nilai tambah batu bara atau hilirisasi. Dalam Bab II Pasal 3 beleid itu disebutkan bahwa pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi,

Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) operasi produksi dan IUPK sebagai kelanjutan operasi kontrak/perjanjian untuk komoditas batu bara yang melakukan kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara di dalam negeri dapat diberikan perlakuan tertentu berupa pengenaan royalti sebesar 0 persen.  

Perlakuan tertentu berupa pengenaan royalti sebesar 0 persen diberikan dengan mempertimbangkan kemandirian energi dan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri.

Adapun pengenaan royalti hingga 0 persen tidak berlaku terhadap seluruh batu bara yang diproduksi pelaku usaha.  Namun, hanya dikenakan terhadap batu bara yang digunakan dalam kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top