Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tak Khawatir Soal Kinerja Indeks, Ini Strategi MI Rebalancing Reksa Dana

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich menyebut perubahan indeks tidak memengaruhi kinerja reksa dana secara keseluruhan.
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis/Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Manajer investasi menilai perubahan konstituen dalam beberapa indeks tak akan memengaruhi kinerja reksa dana indeks. 

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich menyebut perubahan indeks tidak memengaruhi kinerja reksa dana secara keseluruhan. Avrist sendiri memiliki dua reksa dana yang mengacu pada indeks yakni Avrist IDX30 dan Avrist Indeks LQ45.

Adapun untuk proses rebalancing, pekan lalu Avrist AM telah menyelesaikan kocok ulang portofolionya menyesuaikan dengan daftar indeks baru sehingga bisa berbarengan dengan tanggal efektif daftar tersebut yakni 1 Februari 2021.

“Hal ini supaya tracking eror kinerjanya vs indeks tetap rendah,” kata Farash, Minggu (31/1/2021).

Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi Alvin Pattisahusiwa mengatakan perubahan sebagian konstituen indeks saja tak bisa memprediksi bagaimana kinerja indeks ke depannya karena akan tergantung pada kinerja masing-masing konstituen.

“Secara relatif karena market cap TPIA relatif lebih besar dibanding SCMA atau SRIL [konstituen lama] SRIL, maka bagi produk portfolio yang berbasis LQ45 tentu saja akan sangat mempertimbangkan kepemilikan di saham ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Alvin mengatakan pihaknya tak memiliki strategi khusus dalam rebalancing sesuai konstituen baru. Sebagai catatan, Mandiri Manajemen Investasi tercatat memiliki satu produk reksa dana berbasis LQ45 yakni Mandiri Indeks LQ45.

“Menggantikan yang keluar dan menambah yang baru dengan mempertimbangkan besarnya nilai portfolio kelolaan dan rata-rata nilai perdagangan masing-masing saham,” pungkasnya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja resmi mengubah jajaran penghuni sejumlah indeks untuk daftar yang berlaku sejak Februari hingga Agustus 2021, antara lain indeks LQ45, IDX30, IDXBUMN20, dan IDX high Dividend 20.

Untuk indeks LQ45, dua emiten yakni SCMA dan SRIL tak lagi jadi bagian dan digantikan oleh MEDC dan TPIA. Kemudian untuk indeks IDX30, ada empat emiten keluar yaitu ACES, ERAA, INCO, dan JPFA. Keempatnya kemudian digantikan oleh MDKA, PWON, TBIG, dan TKIM.

Sementara untuk indeks IDX BUMN20, WEGE terdepak dan tempatnya kini diisi oleh BRIS. Dalam indeks High Dividend 20, GGRM dan LPPF berpamitan dan tergantikan oleh DMAS dan WSBP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper