Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREMIUM NOTES : Saat Emiten Digoyang Kebijakan Royalti, Tiga Raksasa Dunia Merapat ke Indonesia, Siapa Mengalap Kilau Nikel?

Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tengah memproses penyesuaian tarif royalti untuk komoditas batu bara dan emas sebagai langkah optimalisasi penerimaan negara. Siapa saja emiten yang terdampak?
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  07:00 WIB
Kegiatan operasional di tambang batu bara yang dikelola oleh PT Harum Energy Tbk. - harumenergy
Kegiatan operasional di tambang batu bara yang dikelola oleh PT Harum Energy Tbk. - harumenergy

Bisnis.com, JAKARTA— Selain batu bara, Pemerintah Indonesia sedang mengkaji pengaturan kenaikan tarif royalti untuk harga emas di atas US$1.700 per ounces.

Dengan kenaikan harga emas yang terjadi selama ini, diharapkan penerimaan negara dari logam mulia bakal terdongkrak.

Sementara itu, Kinerja reksa dana saham diperkirakan fluktuatif sepanjang tahun ini seiring dengan kenaikan kasus positif virus corona dan kelanjutan pembatasan pergerakan di Indonesia.

Meski demikian, reksa dana saham masih layak dijadikan instrumen pilihan untuk jangka panjang. Seperti apa?

1. Batu Bara dan Emas Digoyang Kebijakan Royalti, Bagaimana Dampaknya ke Emiten?

Dalam rangka optimalisasi penerimaan negara, pemerintah tengah memproses penyesuaian tarif royalti untuk komoditas batu bara dan emas. Bagaimana dampaknya ke emiten terkait?

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Susul Tesla dan BASF, Tiga Raksasa Dunia Merapat Ke Indonesia

Selain Tesla Inc. dan BASF, Indonesia juga kedatangan investasi dari tiga raksasa dunia, di mana salah satunya merupakan produsen kaca untuk industri otomotif dari Korea Selatan (Korsel).

Baca berita selengkapnya di sini.

3. KKGI, INTA, & HRUM Ikut Mengalap Kilau Nikel

PT Resources Alam Indonesia Tbk. (KKGI), PT Intraco Penta Tbk. (INTA), PT Harum Energy Tbk. (HRUM) merapatkan barisan ke bisnis terkait komoditas nikel.

Nikel menjadi pusat perhatian investor dalam beberapa bulan terakhir. Harga yang tinggi serta upaya pemerintah dalam penghiliran mineral khususnya untuk pengembangan mobil listrik menjadi faktor utama prospek komoditas itu semakin menjanjikan.

Baca berita selengkapnya di sini.

4. IHSG Tergelincir, Hati-Hati Fluktuasi Reksa Dana Saham

Berdasarkan data Infovesta Utama, reksa dana saham mencatat kinerja paling buruk sepanjang pekan lalu dengan koreksi 1,71 persen pada indeks konvensional. Pencapaian tersebut sejalan dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun 1,04 persen dalam periode yang sama.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Historia Bisnis : Flu Burung Bikin Garuda Indonesia (GIAA) Cemas

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) harap-harap cemas di tengah penyebaran wabah flu burung yang telah menewaskan jutaan unggas dan mengancam manusia pada medio 2003 hingga awal 2004.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG emas emiten Garuda Indonesia reksa dana Tesla Motors tarif royalti batu bara Historia Bisnis
Editor : Gajah Kusumo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top