Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Widodo Makmur Unggas IPO 2 Februari dengan Kode Efek WMUU

Widodo Makmur Unggas akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 2 Februari 2021. Perusahaan akan menggunakan kode efek WMUU.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  08:54 WIB
Direktur Utama PT Widodo Makmur Unggas (WMU) Ali Mas'adi(ketiga dari kiri) dan Komisaris Utama WMU Tumiyana (ketiga dari kanan) bersama jajaran manajemen berpose usai due dilligence meeting IPO perseroan. - WMU
Direktur Utama PT Widodo Makmur Unggas (WMU) Ali Mas'adi(ketiga dari kiri) dan Komisaris Utama WMU Tumiyana (ketiga dari kanan) bersama jajaran manajemen berpose usai due dilligence meeting IPO perseroan. - WMU

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten di sektor perunggasan PT Widodo Makmur Unggas Tbk. akan menggunakan kode efek WMUU untuk perdagangan sahamnya.

Dalam Keterangan Bursa Efek Indonesia pada Selasa (26/1/2021), Widodo Makmur Unggas akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 2 Februari 2021. Perusahaan akan menggunakan kode efek WMUU.

"Efek Perseroan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Februari 2021 dengan menggunakan kode WMUU," papar BEI.

Sebelumnya, Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas'adi mengatakan dalam IPO ini perseroan mengalokasi penjatahan saham untuk fixed allotment sebanyak 99 persen dan pooling allotment 1 persen. Sebanyak 69,5 persen investor berasal dari kalangan institusi dan 30,5 persen dari kalangan investor ritel.

Seiring dengan market yang didominasi oleh pemain retail, saat ini diperlukan alokasi retail yang mencukupi dan juga untuk menjaga likuiditas di pasar sekunder. WMU sudah menetapkan harga pelaksanaan di Rp180 per lembar saham. Sebelumnya dalam masa penawaran awal, WMU menawarkan harga IPO antara Rp142 sampai Rp200 per lembar saham di pasar primer (primary market).

WMU yang digawangi mantan bos PT PP (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana ini juga berupaya menjaga minat investor di pasar sekunder (secondary market) menjadi lebih baik.

Caranya dengan menurunkan total saham yang dilepas ke publik atau free float dari rencana 35 persen menjadi 15 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

"Kami ingin menjaga performa saham di pasar sekunder tetap berjalan baik dan stabilitas demand terjaga. Sebagai korporasi yang terus tumbuh, perseroan pun akan terus melebarkan sayap bisnisnya di sektor poultry," paparnya.

Sebagaimana diketahui, masa penawaran awal atau bookbuilding telah dilakukan pada 7-13 Januari 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diperoleh pada tanggal 22 Januari 2021.

Selanjutnya, penawaran umum dilakukan 25 - 27 Januari 2021. Untuk penjatahan saham pada 29 Januari 2021 dan distribusi saham 1 Februari 2021. Pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya pada 2 Februari 2021.

Pada 2021, WMU mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun. Alokasi penggunaan dana investasi untuk menambah kapasitas produksi ayam broiler sebanyak 6 juta broiler melalui dua tahap.

Pada tahap pertama sebanyak 4 juta broiler pada 2021 dan 2 juta broiler pada 2022. Sumber pendanaannya berasal dari kas internal dan sumber lainnya.

Aksi korporasi WMU, menurut Ali, tidak berhenti pada IPO saja, perseroan berencana menerbitkan obligasi di akhir tahun ini untuk mendukung ekspansi WMU.

"Kami ingin laba terjaga dan model bisnis berbasis rumah potong ayam (RPA) akan tetap sesuai perencanaan," imbuh Ali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo Widodo Makmur Unggas
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top