Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah di Filipina, Kalbe Farma (KLBF) Tutup Anak Usaha di Singapura

Kalbe Farma menyampaikan informasi sehubungan dengan penutupan anak perusahaan atas nama Kalbe Global Pte. Ltd. (KG).
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  13:17 WIB
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius dalam rapat umum pemegang saham 2019 di Jakarta, Senin (18/5/2020).  - Kalbe
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius dalam rapat umum pemegang saham 2019 di Jakarta, Senin (18/5/2020). - Kalbe

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi swasta PT Kalbe Farma Tbk. mengumumkan penutupan anak perusahaannya yang berlokasi di Singapura.

Berdasarkan surat dari manajemen perusahaan kepada otoritas Bursa, emiten bersandi KLBF ini menyampaikan informasi sehubungan dengan penutupan anak perusahaan atas nama Kalbe Global Pte. Ltd. (KG).

“Pada tanggal 24 Desember 2020, KG secara efektif ditutup sesuai dengan Ketentuan Undang-Undang di Singapura. KG ditutup karena kondisi Perusahaan yang tidak aktif (dormant) dalam Grup Perusahaan,” demikian tulis Corporate Secretary Kalbe Lukito Kurniawan Gozali seperti dikutip Bisnis, Selasa (29/12/2020)

Kalbe Global Pte. Ltd. merupakan salah satu entitas anak perseroan yang didirikan pada tanggal 2 November 2016 dan berkantor di Singapura. Adapun presentase kepemilikan sahamnya 100 persen dimiliki oleh perseroan.

“Dengan ditutupnya KG maka kepemilikan saham Perusahaan dalam salah satu anak perusahaan atas nama Kalbe International Pte. Ltd. meningkat menjadi 100 persen,” tambah Lukito.

Sementara itu, perseroan juga dikabarkan bakal melepas divisi makanan dan minuman Kalbe Nutritionals ke lantai bursa melalui skema penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Wacana IPO Kalbe Nutritionals memang sudah berhembus sejak Agustus 2020. Perseroan dikabarkan mengincar dana segar US$500 juta atau Rp7,3 triliun dari aksi korporasi unit bisnis makanan dan minuman kesehatan tersebut.

Salah satu bukti nyata yang dilakukan KLBF yang membuat isu ini kembali mencuat adalah pelaksanaan transaksi penjualan saham entitas anak usahanya PT Kalbe Morinaga Indonesia (KMI) kepada anak usahanya yang tak lain tak bukan adalah Sanghiang Perkasa.

Pada awal Oktober lalu, KLBF telah melaksanakan transaksi penjualan 70 persen saham KMI kepada Sanghiang dengan total nilai transaksi adalah sebesar Rp265,1 miliar.

Adapun, baik KMI dan Sanghiang Perkasa merupakan anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh perseroan.

“Transaksi ini merupakan langkah perseroan di dalam mengelompokkan bisnis unit perseroan ke divisi yang sejenis,” tulis Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius dalam surat resminya kepada Bursa Efek Indonesia kala itu.

Melalui pengalihan saham ini, diharapkan proses bisnis dapat lebih fokus dan dapat lebih meningkatkan pengembangan produk dan layanan. Sedangkan dari sisi internal, koordinasi mengenai supply chain, operasional pabrik, distribusi dan support lainnya dapat berjalan lebih lancar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi divestasi kalbe farma
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top