Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan di salah satu lini PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). - Dok. Annual Report 2005
Premium

Historia Bisnis: Merger, Langkah Kalbe (KLBF) jadi Farmasi Terbesar di Asia Tenggara

17 November 2020 | 16:59 WIB
PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) bertransformasi menjadi penyedia solusi perawatan kesehatan terintegrasi melalui empat divisi bisnis, yakni divisi Obat Resep (kontribusi 23 persen), divisi Kesehatan Konsumen (kontribusi 17 persen), divisi Nutrisi (kontribusi 30 persen), serta divisi Distribusi dan Logistik.

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan farmasi merupakan industri yang padat modal dan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) terlatih. Untuk itu menyatukan perusahaan yang tersebar menjadi langkah taktis untuk memenangkan pasar.

Atas dasar ini, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) memutuskan meleburkan anak usaha ke dalam entitas induk. Perusahaan yang dimerger adalah PT Dankos Laboratories Tbk (DNKS) dan PT Enseval ke dalam PT Kalbe Farma Tbk.

Bisnis Indonesia edisi 17 November 2005 melaporkan aksi korporasi ini bakal disetujui oleh investor dalam judul ‘Merger Kalbe, Dankos & Enseval diduga mulus.’

Dalam laporan itu disampaikan aksi merger bakal mulus setelah seluruh kreditur, termasuk asing, telah memberikan persetujuan. Perusahaan farmasi dan makanan kesehatan telah menggelar pertemuan untuk meminta izin penggabungan usaha dengan kreditor surat utang dengan tingkat bunga mengambang (floating rate notes/ FRN) sebesar US$28 juta di Hong Kong. Kalbe sendiri memiliki total utang yang nilainya mencapai US$78 juta.

Menurut Vidjongtius, saat itu sebagai Direktur Kalbe, seluruh kreditur itu telah memberikan persetujuan terhadap rencana penggabungan usaha tersebut, tanpa meminta persyaratan apapun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top