Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Kalbe Farma (KLBF) Ungkapkan Progres Vaksin Corona Genexine

Kalbe Farma dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine saat ini sudah menjalani uji klinis fase kedua vaksin Covid-19.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  11:28 WIB
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius dalam press conference virtual, Rabu (23/12/2020). - Kalbe Farma
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius dalam press conference virtual, Rabu (23/12/2020). - Kalbe Farma

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyatakan pihaknya bersama Genexine akan melakukan uji klinis fase kedua vaksin Covid-19.

Vaksin kerja sama Kalbe Farma dengan perusahaan asal Korea Selatan yakni Genexine saat ini sudah menjalani uji klinis fase kedua yang akan dikoordinasikan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menentukan kelanjutan protokol uji klinis fase kedua.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius memperkirakan vaksin tersebut akan melalui uji klinis fase kedua di Indonesia dan Korea Selatan bekerjasama dengan konsorsium Universitas Indonesia, LIPI, IDI hingga Kementerian Kesehatan, pada kuartal I/2021.

"Jika proses uji klinis berjalan dengan baik, perseroan berharap sudah mendapat izin emergency use untuk vaksin tersebut dari BPOM pada kuartal III/2021," paparnya, Rabu (23/12/2020).

Sehubungan dengan peran swasta dalam pengadaan vaksin, KLBF sendiri masih fokus pada uji klinis sehingga importasi belum bisa dilakukan. Walhasil, aturan pemerintah yang belum mengizinkan pihak swasta untuk membeli vaksin bukanlah menjadi masalah yang berarti bagi perseroan.

Vidjongtius sendiri belum bisa memperkirakan secara pasti kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Namun, dia optimis akan selalu ada perbaikan yang ditandai dengan kesadaran masyarakat terkait kesehatan.

“Kalau kita lihat ke depan lebih jauh, banyak sekali informasi dari WHO, tentang bagaimana semua negara mengantisipasi risiko adanya virus yang berbeda di masa depan. Bisa juga, Kalbe mempersiapkan seandainya ada risiko munculnya virus baru,” pungkasnya.

Vidjongtius menambahkan pihaknya membuka kemungkinan peluang layanan kesehatan berupa distribusi vaksin melalui entitas anak perseroan yakni PT Enseval Putra Megatrading Tbk. (EPMT).

“Enseval adalah distribusi kita yang ada di seluruh provinsi di Indonesia. Jadi secara fasilitas sudah siap,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi Vaksin kalbe farma
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top