Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Setuju Stimulus Segede Gaban, Wall Street Terbang!

Wall Street menguat menyusul tren bullish di pasar saham global sebagia dampak persetujuan stimulus dan pendanaan pemerintah senilai US$2,3 triliun.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  21:54 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang menyepakati paket stimulus dan pendanaan pemerintahan senilai US$2,3 triliun.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 dibuka menguat 0,7 persen pada Senin (28/12/2020) pukul 21.31 WIB WIB atau 09.31 Waktu New York. Sementara itu, indeks Dow Jones dan Nasdaq juga menguat masing-masing 0,54 persen dan 0,79 persen.

Saham produsen mobil masuk dalam daftar menopang penguatan indeks S&P 500. Sebelumya, indeks DAX Jerman dan indeks MSCI Asia PAcific juga menguat menyusul persetujuan stimulus.

Pelaku pasar menyambut baik paket bantuan yang sudah lama ditunggu-tunggu sehingga tren bullish terjadi di Wall Street. Trump sempat mengancam untuk enggan meneken rancangan undang-undang terkait paket bantuan. Namun, Trump tidak punya pilihan lain selain menyepakati RUU yang sudah disepakati oleh Kongres AS.

Paket bantuan senilai US$900 miliar  telah disetujui oleh Kongres setelah negosiasi berbulan-bulan. Ini adalah bagian dari paket pengeluaran US$2,3 triliun yang mencakup US$1,4 triliun untuk pengeluaran normal pemerintah federal.

Dennis DeBusschere, kepala strategi portofolio di Evercore ISI mengatakan regulasi baru menimbulkan perbedaan bantuan yang signifikan bagi individu. "Sekarang fokus saja tahun depan ekonomi bakal pulih, terutama di sektor jasa," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Di sisi lain, sejumlah negara berencana melakukan pembatasan menyusul penemuan varian baru virus corona yang lebih menular. Jepang sudah bertiga dengan melarang masuk sebagian orang asing hingga akhir Januari 2021. Uni eropa juga memulai kampanye vaksinasi di seluruh Benua Biru kurang dari seminggu setelah suntikan pertama vaksin buatan Pfizer Inc dan BioNTech diberikan.

Beriktu perkembangan pasar terkini

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,7%. 
  • Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,7%.
  • MSCI Asia Pacific Index naik 0,3%.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1%.
  • Euro naik 0,2% menjadi $ 1,2221.
  • Pound Inggris turun 0,4% menjadi $ 1,351.
  • Yen Jepang melemah 0,2% menjadi 103,63 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS meningkat tiga basis poin menjadi 0,95%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun satu basis poin menjadi -0,56%.
  • Imbal hasil obligasi 10 tahun Inggris tidak berubah di 0,25%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,2% menjadi $ 48,14 per barel.
  • Emas naik 0,3% menjadi $ 1,889.79 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street stimulus

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top