Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekonomi Pulih, Produk Baru Reksa Dana Bermekaran Tahun Depan

Manajer investasi siap merilis produk reksa dana baru tahun depan seiring dengan prospek perekonomian yang lebih cerah.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  06:43 WIB
Ekonomi Pulih, Produk Baru Reksa Dana Bermekaran Tahun Depan
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan manajer investasi bersikap optimis dalam memasang target untuk 2021 mendatang, termasuk menyiapkan produk reksa dana baru.

Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo banyak katalis positif yang akan menyokong pemulihan pasar pada 2021 mendatang.

Sejumlah katalis tersebut antara lain implementasi omnibus law UU Cipta Kerja, adanya pemerintahan baru di AS dengan Presiden Joe Biden, serta penyelesaian penanganan pandemi Covid-19 seiring kehadiran vaksin.

“Ini positif buat pasar, jadi banyak yang positifnya dibanding negatifnya,” tutur dia kepada Bisnis, baru-baru ini.

Seiring dengan optimisme terhadap pemulihan pasar, Soni mengatakan Bahana TCW menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) untuk akhir 2021 mereka dapat tumbuh sekitar 15 persen dari posisi penutupan tahun ini. 

“Sebenernya sih belum ada target karena kan baru recover, tapi kemarin kan pembicaraan dengan manajemen Bahana Group kita ditargetkan naik sekitar 15 persen dari closing Desember ini,” tutur dia.

Menurut Soni, pertumbuhan AUM salah satunya akan disumbang dari peluncuran produk baru Bahana TCW. Namun, dia menyebut saat ini pihaknya belum memutuskan akan merilis jenis produk apa untuk tahun depan.

Dia mengatakan Bahana TCW mengutamakan prinsip customer driver alih-alih product driver dalam merilis produk baru. Oleh karena itu Bahana TCW akan terlebih dahulu melihat iklim pasar dan membuat produk yang dibutuhkan nasabah. 

“Jadi kita nunggu dulu dari mereka [nasabah], sinyalnya pengen apa baru kita bikin. Baik alternatif kayak RDPT, KIK EBA, atau yang simpel kayak proteksi atau ETF, semua menunggu demand-nya,” tutur Soni.

Terpisah, Head of Intermediary & Institutional Business Eastspring Indonesia Abraham Ara mengatakan perkembangan pertumbuhan dana kelolaan mereka tahun ini masih sesuai dengan target yang ditetapkan.

Adapun untuk tahun depan, Eastspring akan fokus pada pengembangan produk berbasis environmental, social, and governance (ESG) karena mereka melihat pentingnya peranan ESG dalam fondasi berinvestasi sehingga dapat mencapai sistem ekonomi dan finansial yang berkelanjutan. 

“Kami berusaha untuk bisa memberikan hasil lebih dari benchmark. Dengan pemerintah mempertahankan suku bunga rendah, kita percaya ini akan baik untuk bursa saham dan obligasi,” jelas Abraham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi reksa dana investasi reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top