Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dana Kelolaan Naik Hampir Rp18 Triliun, AUM Reksa Dana Indeks Naik Signifikan

Pada November 2020, dana kelolaan industri reksa dana kembali mengalami kenaikan sebesar Rp17,98 triliun atau 3,26 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  13:58 WIB
Dana Kelolaan Naik Hampir Rp18 Triliun, AUM Reksa Dana Indeks Naik Signifikan
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Dana kelolaan industri reksa dana kembali mengalami kenaikan sebesar Rp17,98 triliun atau 3,26 persen, dari Rp551,17 triliun pada akhir Oktober 2020 menjadi Rp569,15 triliun pada akhir November 2020.

Berdasarkan rilis tim riset Infovesta Utama Senin (14/12/2020), peningkatan asset under management (AUM) juga didukung oleh jumlah unit penyertaan (UP) industri reksa dana yang mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen.

Kinerja reksa dana pada November 2020 mencatatkan hasil yang cenderung positif. Peningkatan tertinggi dialami oleh reksa dana berbasis saham seperti reksa dana indeks, ETF, campuran, dan saham.

Reksa dana indeks mengalami kenaikan AUM terbesar secara bulanan sebesar 10,46 persen secara bulanan atau Rp910 miliar, diikuti dengan reksa dana ETF dengan pertumbuhan AUM sebesar 9,88 persen secara bulanan atau Rp1,4 triliun.

Kenaikan AUM yang cukup pesat oleh reksa dana indeks didukung oleh peningkatan kinerja indeks acuan terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama bulan November yang tercatat naik sebesar 9,44 persen.

Kinerja pasar saham Indonesia juga didukung oleh arus dana masuk dari investor asing yang mencatatkan beli bersih sebesar Rp3,44 triliun pada bulan November.

Di lain sisi, kenaikan UP tertinggi dicetak oleh reksa dana pendapatan tetap sebesar 4,48 persen atau Rp3,43 triliun. Reksa dana pendapatan tetap juga mencatatkan kenaikan AUM tertinggi yakni sebesar Rp7,46 triliun, setelah reksa dana berbasis saham yang mengumpulkan dana kelolaan Rp7,73 selama November 2020.

Pertumbuhan AUM dan UP reksa dana pendapatan tetap juga didorong oleh kondisi pasar obligasi yang masih kondusif yang mana tingkat suku bunga acuan BI 7-days Reverse Repo Rate pada bulan November lalu kembali dipangkas ke level terendah sepanjang sejarah.

Hal ini mendorong kinerja indeks obligasi pemerintah dan korporasi melalui Infovesta Government Bond Index (IGBI) dan Infovesta Corporate Bond Index (ICBI) masing-masing naik sebesar 1,88 persen dan 0,54 persen selama bulan November 2020.

Investor asing juga turut melakukan arus masuk ke pasar obligasi Indonesia melalui Surat Berharga Negara (SBN) selama bulan November sebesar Rp15,64 triliun.

“Investor asing berperan cukup besar dalam peningkatan kinerja pasar saham dan obligasi Indonesia pada bulan November lalu yang didukung dengan sentimen positif dari progres vaksin di Indonesia dan juga di beberapa negara,” tulis tim riset Infovesta Utama.

Reksa dana berbasis saham dan pendapatan tetap dianggap dapat menjadi pilihan utama investor di tengah pemulihan ekonomi yang masih berjalan di Indonesia.

Harapan pemulihan ekonomi pada 2021 juga dapat mendorong investor asing untuk terus aktif masuk ke dalam negara Indonesia sehingga dapat mendukung kinerja pasar modal Indonesia.

Berikut ini merupakan tabel pertumbuhan AUM dan UP masing-masing jenis Reksa Dana hingga November 2020:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG reksa dana dana kelolaan
Editor : Hafiyyan

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top