Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekor Kasus Covid-19 dan Amarah Jokowi Jadi Penyebab Asing Net Sell Rp2 Triliun?

Pukul 14.35 WIB, IHSG koreksi 2,71 persen atau 156,74 poin menuju 5.625,59.
Hafiyyan & Aprianus Doni Tolok
Hafiyyan & Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 30 November 2020  |  14:46 WIB
Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid/19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 30 November 2020 / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid/19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 30 November 2020 / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Sempat menghijau awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan turun 3,5 persen lebih pada Senin (30/11/2020) seiring dengan derasnya aksi jual investor asing di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Hingga pukul 14.09 WIB, IHSG anjlok semakin dalam. Indeks koreksi 3,59 persen atau 207,81 poin menuju 5.575,53. Bahkan, IHSG sempat ke level terendah 5.563,86.

Namun demikian, beberapa menit kemudian Indeks mulai menanjak. Pukul 14.35 WIB, IHSG koreksi 2,71 persen atau 156,74 poin menuju 5.625,59.

Sebanyak 96 saham menguat, 424 saham melemah, dan 107 saham diperdagangkan stagnan. Tercatat kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia amblas menuju Rp6.566,99 triliun.

Nilai transaksi cukup ramai mencapai Rp19,31 triliun. Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan aksi profit taking investor asing. Net sell asing hingga pukul mencapai Rp2,1 triliun.

Sejumlah saham yang menjadi sasaran jual utama ialah emiten berkapitalisasi jumbo, seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan net sell Rp422,1 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp239,3 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp224,1 miliar.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah kekecewaan Presiden atas rapor hasil penanganan virus Corona (Covid-19) yang jeblok alias lebih buruk dari pekan sebelumnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa angka kasus aktif nasional pada pekan ini menyentuh angka 13,41 persen. Meskipun masih di bawah angka kasus aktif dunia, tapi Jokowi mengatakan angka itu memburuk jika dibandingkan pekan sebelumnya.

“Tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78 [persen] sekarang 13,41,” ujarnya saat membuka Ratas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Setali tiga uang, rerata kasus kesembuhan pada pekan ini juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yakni dari 84,03 persen menjadi 83,44 persen.

"Ini semuanya memburuk semuanya, karena adanya tadi kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," ucap Jokowi.

Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan kepala daerah di provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta untuk lebih optimal dalam penanganan Covid-19 karena terjadi penambahan signifikan kasus positif dalam beberapa hari terakhir.

Kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat terjadi penambahan kasus positif infeksi virus Corona sebanyak 6.267 jiwa, yang menjadi rekor tertinggi harian terbaru. Secara total, kasus positif virus Corona per hari ini mencapai 534.266 orang

DKI Jakarta tercatat menjadi provinsi dengan penambahan tertinggi yakni mencapai 1.436 kasus baru. Penambahan itu melonjak cukup signifikan bila dibandingkan sehari sebelumnya yakni 1.064 kasus baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG net sell asing Covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top