Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Bikin Transaksi Investor Pindah ke Aplikasi, Ini Kata Indo Premier Sekuritas

Sejak aplikasi selular besutan Indo Premier, IPOT, diluncurkan 3 Juni 2020 lalu tren transaksi saham via daring berubah.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 November 2020  |  13:10 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA—PT Indo Premier Sekuritas mencatat volume transaksi saham melalui aplikasi selular (mobile app) melonjak pesat selama pandemi.

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan sejak aplikasi selular besutan Indo Premier, IPOT, diluncurkan 3 Juni 2020 lalu tren transaksi saham via daring berubah.

Menurutnya, sebelum IPOT baru diluncurkan, hampir 70 persen transaksi saham nasabahnya masih melalui platform di desktop computer. Sebaliknya, saat ini kondisi berubah yakni volume transaksi dengan mobile app telah mencapai 77 persen.

"Saat ini pemakai aplikasi IPOT sudah mencapai 77 persen dari keseluruhan single investor identification (SID) klien yang bertransaksi," ujar Moleonoto dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/11/2020)

Tak hanya itu Moleonoto menyebut dari jumlah nasabah IPOT yang bertransaksi via aplikasi, banyak di antaranya yang datang dari kalangan milenial dan usia produktif pada usia 20-35 tahun.

Dia mengatakan, di tengah pemberlakuan physical distancing saat wabah virus Corona merebak, jumlah investor retail pun tumbuh pesat, termasuk investor muda. Begitu pula peralihan transaksi ke mobile apps yang terus meningkat.

“Pandemi Covid-19 terbukti tidak hanya mengubah cara konsumen dalam berbelanja, tetapi juga dalam cara masyarakat melakukan transaksi online, seperti halnya dalam transaksi saham secara online berbasis aplikasi dengan mudah," tegasnya.

Ia menilai Covid-19 membuat masyarakat Indonesia cepat beradaptasi dalam berbagai transaksi online berbasis aplikasi. Pun, dia meyakini saat ini tren transaksi saham sudah beralih ke mobile app.

“Aplikasi IPOT besutan Indo Premier menjadi salah satu main device pilihan investor karena aplikasi IPOT didesign dengan User Interface (UI) dan User Experience (UX) termutakhir,” ujar Moleonoto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, aplikasi IPOT menjadi satu-satunya aplikasi untuk stock investing yang didesain dengan konsep stock-focused UI, sedangkan banyak aplikasi yang ada masih didesain dengan function-focused UI.

"Stock-focused design sangat memudahkan investor dalam melakukan transaksi multiple stocks," tandasnya.

Indo Premier diketahui sebagai salah satu sekuritas dengan jumlah investor ritel tertinggi, hingga saat ini telah mencatatkan jumlah investor retail lebih dari 300.000 single investor identification (SID).

Moleonoto menyebut kemudahan transaksi saham di Indo Premier ini dibarengi dengan layanan transaksi saham dengan deposit minimum yang sangat terjangkau, yakni cukup dengan Rp100.000.

Dia menyebut jumlah deposit yang terjangkau membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat umum untuk mulai belajar dan memiliki pengalaman berinvestasi di pasar modal mulai detik ini juga.

“Keterbukaan investasi untuk semua lapisan masyarakat ini juga dibarengi dengan komitmen Indo Premier dalam edukasi. Indo Premier mengedepankan edukasi gratis pada masyarakat umum dan investor,” pungkasnya.

Masyarakat umum dan investor bisa mengikuti edukasi gratis melalui berbagai webinar dan training yang disediakan serta bisa mengakses fitur Journey di aplikasi IPOT yang menawarkan sarana edukasi paling mudah untuk pembelajaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor indo premier
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top