Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Sawit Kongsi Grup Rajawali dan Felda Yakin Kinerja Kuartal IV Menanjak

BWPT optimistis kinerja produksi berbalik positif pada kuartal IV/2020 tercermin dari produksi buah hingga Oktober 2020 yang naik hampir dua kali lipat dari level terendah pada Juni.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  16:23 WIB
Perkebunan Sawit BWPT.  - bwpt
Perkebunan Sawit BWPT. - bwpt

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan, PT Eagle High Plantations Tbk., optimistis kinerja produksi pada kuartal IV/2020 akan membaik daripada kuartal sebelumnya sehingga berdampak positif terhadap kinerja keuangan di akhir tahun.

Manajemen Eagle High Plantations dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa kinerja produksi perseroan pada kuartal III/2020 sangat lemah sebagai imbas dari dampak cuaca kering pada 2019.

Emiten berkode saham BWPT itu memproduksi buah-buahan hanya sebesar 215.000 ton pada kuartal III/2020, turun 52 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, produksi minyak sawit turun hingga 49 persen secara year on year (yoy).

BWPT optimistis kinerja negatif itu akan berbalik positif pada kuartal IV/2020 tercermin dari produksi buah hingga Oktober 2020 yang sudah hampir naik dua kali lipat dari level terendah pada Juni.

“Selain itu, dengan beban biaya yang lebih rendah [dipertahankan], diyakini akan meningkatkan profitabilitas perseroan saat penjualan melonjak pada kuartal IV/2020,” tulis Manajemen Eagle High Plantations di laman resmi perseroan, dikutip Kamis (29/10/2020).

Adapun, sejalan dengan penurunan produksi itu, BWPT membukukan penurunan pendapatan menjadi hanya sebesar Rp1,61 triliun pada kuartal III/2020, turun 7,1 persen daripada pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,73 triliun.

Namun, perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi hanya sebesar Rp1,56 triliun, dibandingkan dengan kuartal III/2019 sebesar Rp1,72 triliun.

Selain itu, penurunan pendapatan juga berhasil diimbangi oleh harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) yang lebih tinggi, sudah naik lebih dari 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal III/2020 berhasil menciut menjadi sebesar Rp742,05 miliar dari periode yang sama 2019 yang merugi hingga Rp774,94 miliar.

Di sisi lain, BWPT juga mencatatkan arus kas bebas menjadi positif yaitu sebesar Rp36 miliar pada kuartal III/2020. Pencapaian itu berhasil membawa arus kas bebas selama 12 bulan terakhir kembali menjadi Rp177 miliar, berada di posisi positif untuk pertama kalinya sejak 2018.

Per 30 September 2020, komposisi pemegang saham BWPT ialah PT Rajawali Capital Internasional 37,7 persen, FIC Properties SDN BHD, anak usaha Grup Felda, sebesar 37 persen, dan masyarakat 25,3 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo rajawali group pt eagle high plantation tbk. (BWPT)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top