Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenaikan Prapenjualan Indikasi Pemulihan Sektor Properti? Begini Kata Pefindo

Analis Pefindo Yogie Perdana menyebut kenaikan marketing sales emiten properti pada kuartal III/2020 lebih disebabkan karena tingkat prapenjualan sudah menyentuh titik terendah (bottom) pada kuartal II/2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  13:49 WIB
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai sektor properti belum akan bangkit dalam waktu dekat walaupun tingkat prapenjualan atau marketing sales mulai naik lagi pada kuartal III/2020.

Analis Pefindo Yogie Perdana menyebut kenaikan marketing sales emiten properti pada kuartal III/2020 lebih disebabkan karena tingkat prapenjualan sudah menyentuh titik terendah (bottom) pada kuartal II/2020.

“Prapenjualan sudah cukup bottom, sehingga apabila terjadi peningatan menurut kami itu sesuatu yang wajar,” ujar Yogie pekan lalu.

Yogie menjelaskan bahwa industri properti sudah cukup tertekan bahkan sejak sebelum pandemi Covid-19 merebak. Prapenjualan dari emiten properti dalam beberapa tahun terakhir sudah berada di level rendah (lowbase) dan hal itu diperparah oleh pandemi.

Dengan demikian, kenaikan marketing sales pada kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020 nantinya dinilai bukan sebagai indikasi pemulihan sektor properti.

Adapun, beberapa emiten yang membukukan kenaikan prapenjualan pada periode Juli - September 2020 a.l. PT Bumi Serpong Damail Tbk., PT Summarecon Agung Tbk., PT Agung Podomoro Land Tbk., dan PT Ciputra Development Tbk. 

Berdasarkan data dari Maybank Kim Eng Sekuritas, total marketing sales dari enam perusahaan properti kelas kakap sebesar Rp5,76 triliun pada kuartal III/2020 atau turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, secara kuartalan realisasi tersebut naik 63,17 persen.

Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang turun 23 persen year-on-year (yoy), terlihat bahwa realisasi prapenjualan properti pada kuartal III/2020 lebih baik.

“Bukan berarti itu indikasi industri properti membaik. Kami melihat industri properti ke depan masih cukup challenging karena dampak Covid-19 yang akan menyebabkan resesi dan penurunan daya beli properti,” tutur Yogie.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pefindo marketing sales
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top