Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minim Sentimen Positif, Rupiah Hanya Menguat Tipis Sepekan

Selama sepekan terakhir rupiah hanya menguat tipis 0,08 persen atau 12,5 poin.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Oktober 2020  |  08:58 WIB
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020).  Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah hanya berhasil menguat tipis sejalan dengan minimnya sentimen positif selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (2/10/2020), rupiah parkir di level Rp14.865 per dolar AS, terkoreksi 0,2 persen atau 30 poin.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak menguat 0,08 persen ke posisi 93,782.

Setelah dibuka terdepresiasi pada level Rp14.877,5 pada Senin (28/7/2020), selama sepekan terakhir rupiah hanya menguat tipis 0,08 persen atau 12,5 poin.

Padahal pada awal Juni, rupiah sempat bergerak di kisaran level Rp13.800 per dolar AS setelah sempat terpuruk ke level Rp16.500 pada akhir Maret lalu.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa rupiah saat ini dikelilingi sentimen yang tidak begitu menguntungkan.

Pasar dinilai masih menunggu langkah Pemerintah AS selanjutnya menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, dari dalam negeri data deflasi di Indonesia juga memberikan tekanan ke rupiah karena deflasi mengindikasikan kontraksi lanjutan dari ekonomi Indonesia di tengah pandemi.

"Saat ini sebagian isu di atas belum memberikan sentimen positif bagi rupiah. Jadi mungkin tekanan untuk rupiah masih akan tetap ada pekan depan," ujar Ariston kepada Bisnis, Jumat (2/10/2020).

Dengan demikian, ia memproyeksikan rupiah berada di kisaran Rp14.750 hingga Rp14.950 per dolar AS pada awal pekan depan.

Secara terpisah, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa ketidakpastian dari proses Brexit juga juga menjadi sentimen negatif bagi rupiah.

Para pemimpin Uni Eropa pun diproyeksi menolak untuk menyetujui posisi negosiasi Inggris saat ini tentang bantuan negara ketika masa transisi berakhir pada akhir tahun.

"Dengan demikian, pada perdagangan Senin (5/10/2020), rupiah kemungkinan akan terjadi fluktuatif yang mengarah terhadap pelemahan, tetapi kemungkinan ditutup menguat terbatas sebesar 5-20 poin di level Rp14.845-Rp14.930 per dolar AS," ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (2/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top