Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembicaraan Stimulus Berlanjut, Wall Street Menguat di Akhir Pekan

Pada perdagangan Jumat (25/9/2020), indeks S&P 500 ditutup naik 1,6 persen sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,34 persen. Tidak ketinggalan, indeks Nasdaq Composite juga naik 2,26 persen.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 September 2020  |  05:31 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat setelah sempat tersungkur seiring dengan sikap pelaku pasar yang menunggu perkembangan pembicaraan stimulus. Isu stimulus menjadi faktor penentu sikap investor dalam beberapa sesi terakhir.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (26/9/2020), Wall Street naik setelah juru bicara House of Representative atau Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi telah berbicara dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari jumat terkait paket bantuan. Keduanya setuju untuk melanjutkan pembicaraan.

Indeks S&P 500 ditutup naik 1,6 persen sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,34 persen. Tidak ketinggalan, indeks Nasdaq Composite juga naik 2,26 persen.

Saham-saham perusahaan teknologi memimpin penguatan indeks S&P 500 sedangkan saham properti, industri, dan konsumsi naik sedikitnya 1,4 persen.

Saham Boeing melonjak karena ada laporan regulator penerbangan As berencana menguji terbang pesawat 737 Max. Pesawat jenis ini sudah dilarang terbang seiring beberapa kasus kecelakaan fatal di dunia, termasuk pesawat Lion Air yang jatuh ke Laut Jawa pada 2018 lalu.

Saham Carnival and Royal Caribbean Cruises juga melonjak setelah laporan Barclays mengerek rekomendasi saham operator kapal pesiar tersebut. 

Investor tampak memilih saham-saham yang mampu bertahan dari pandemi. 

"Jika saya tidak yakin tentang paket stimulus, tidak yakin apakah akan ada vaksin, tidak ada hal yang lebih baik selain bersembunyi di saham teknologi megacap karena mereka bekerja dalam skenario ekonomi tertutup,” ujar Andrew Slimmon, portofolio senior manajer di Morgan Stanley Investment Management.

Berikut perkembangan pasar di akhir pekan

Saham

  • S&P 500 meningkat 1,6 persen pada jam 4 sore. Waktu New York.
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,1 persen.
  • MSCI Asia Pacific Index naik 0,4 persen.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg meningkat 0,3 persen.
  • Euro merosot 0,4 persen menjadi $ 1,1625.
  • Yen Jepang terdepresiasi 0,2 persen menjadi 105,61 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun satu basis poin menjadi 0,65 persen.
  • Imbal hasil obligasi Inggris 10-tahun  turun tiga basis poin menjadi 0,189 persen.
  • Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun turun tiga basis poin menjadi -0,53 persen.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,5 persen menjadi $ 40,12 per barel.
  • Emas terdepresiasi 0,3 persen menjadi $ 1,862.66 per ounce.
  • Perak melemah 1 persen menjadi $ 22,91 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top