Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Galau Stimulus AS, Harga Minyak Tertekan Prospek Permintaan

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (7/8/2020) pukul 10.36 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September terpantau melemah 0,14 persen atau 0,06 poin ke level US$41,89 per barel di New York Mercantile Exchange.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  11:01 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mengalami koreksi di tengah beratnya prospek permintaan akibat pandemi.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (7/8/2020) pukul 10.36 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September terpantau melemah 0,14 persen atau 0,06 poin ke level US$41,89 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk penyelesaian Oktober koreksi 0,04 persen ke level US$45,01 di ICE Futures Europe Exchange.

Harga minyak bergerak turun pada hari Jumat (7/8/2020), melanjutkan kerugian di sesi sebelumnya, di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan bahan bakar akan turun di tengah kebangkitan kasus virus corona. Pasalnya, pembicaraan tentang kesepakatan stimulus baru di Amerika Serikat terhenti.

Harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level support US$41,65. Penurunan lebih dalam dari level tersebut berpotensi menekan harga minyak menguji level support selanjutnya di US$41,40 dan US$41,10.

Namun, bila mampu bergerak naik harga minyak berpeluang menguji level resistan di US$41,30. Penembusan level resistan tersebut akan berpotensi menopang kenaikan harga minyak menguji level resistan selanjutnya di US$42,70 dan US$43,00.

Kemarin, Energy Information Administration AS melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS turun 7,37 juta barel pekan lalu, penurunan mingguan kedua berturut-turut. Penurunan ini lebih besar dibandingkan median dalam survei Bloomberg yang memperkirakan penurunan sebesar 3,35 juta.

Namun, persediaan di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, naik untuk minggu kelima ke level tertinggi sejak Mei.

Di sisi lain, data pemerintah juga menunjukkan persediaan bensin dan minyak distilasi naik 2 juta barel pekan lalu ketika musim mengemudi musim panas hampir berakhir, sementara permintaan untuk bahan bakar motor stagnan.

Di tengah reli minyak, OPEC+ dan sejumlah produsen di AS bersiap untuk menguji pasar dengan meningkatkan pasokan setelah harga pulih dari penurunan di bawah nol pada bulan April.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak minyak amerika serikat
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top