Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cadangan Minyak Mentah Turun, Stok Bensin Naik, WTI 'Galau'

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September terpantau melemah 0,14 persen atau 0,06 poin ke level US$42,13 per barel pada pukul 08.13 WIB di New York Mercantile Exchange.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  08:45 WIB
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California -  Bloomberg / David Paul Morris
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California - Bloomberg / David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah masih bertengger di kisaran US$42 per barel di New York setelah cadangan AS tercatat lebih melampaui perkiraan, mengimbangi meningkatnya persediaan bahan bakar dan melemahnya permintaan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (6/8/2020), minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September terpantau melemah 0,14 persen atau 0,06 poin ke level US$42,13 per barel pada pukul 08.13 WIB di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk penyelesaian Oktober menguat 0,2 persen ke level US$45,25 di ICE Futures Europe Exchange. Minyak patokan patokan global ini menguat 1,7 persen pada sesi sebelumnya dan ditutup pada level tertinggi sejak 6 Maret 2020.

Energy Information Administration AS melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS turun 7,37 juta barel pekan lalu, penurunan mingguan kedua berturut-turut. Penurunan ini lebih besar dibandingkan median dalam survei Bloomberg yang memperkirakan penurunan sebesar 3,35 juta.

Namun, persediaan di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, naik untuk minggu kelima ke level tertinggi sejak Mei.

Di sisi lain, data pemerintah juga menunjukkan persediaan bensin dan minyak distilasi naik 2 juta barel pekan lalu ketika musim mengemudi musim panas hampir berakhir, sementara permintaan untuk bahan bakar motor stagnan.

Di tengah reli minyak, OPEC+ dan sejumlah produsen di AS bersiap untuk menguji pasar dengan meningkatkan pasokan setelah harga pulih dari penurunan di bawah nol pada bulan April.

Meningkatnya infeksi virus korona telah membuat minyak mentah mendekati level US$40 per barel sejak awal Juni. Meskipun banyak negara besar berjuang untuk mengendalikan wabah, pengembangan vaksin virus hanya menunjukkan sedikit perkembangan.

Sementara itu, Saudi Aramco berencana untuk merilis harga untuk pengiriman minyak mentah September pada hari Kamis setelah menunda keputusan awal pekan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah wti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top