Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Sektor Saham Topang Reksa Dana Syariah

Direktur Panin Asset Manajemen Rudiyanto menuturkan meski tak menjadikan saham-saham perbankan jumbo sebagai portofolio, kinerja reksa dana saham syariah masih tertolong oleh dua sektor saham.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  05:55 WIB
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati tidak memiliki saham perbankan dalam portofolionya, kinerja reksa dana syariah diproyeksikan masih bakal bertahan ditopang oleh sektor lain seperti komoditas dan barang konsumsi.

Direktur Panin Asset Manajemen Rudiyanto menuturkan meski tak menjadikan saham-saham perbankan jumbo sebagai portofolio, kinerja reksa dana saham syariah masih tertolong oleh saham komoditas.

Pasalnya, tren harga komoditas terutama sawit dan batubara yang terus menanjak selama beberapa pekan belakangan membuat kinerja reksa dana syariah tetap prima.

“Indeks syariah tertolong ya, jadi seharusnya kinerja reksa dana saham juga,” ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.

Dia mencontohkan kinerja salah satu produk reksa dana saham syariahnya yakni Panin Dana Syariah Saham. Rudiyanto menyebut secara year to date, reksa dana tersebut membukukan kinerja -17,82 persen.

Sebagai perbandingan, sepanjang periode yang sama kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau -19,31 persen, Jakarta Islamic Index (JII) tercatat -20,74 persen, dan Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) tercatat -20,25 persen.

Sementara itu, Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan hingg akhir tahun ini reksa dana saham syariah akan banyak ditopang kinerja saham sektor konsumsi, telekinesis, dan otomotif.

“Bila kinerja tetap stabil dan waktu pemulihan ekonomi ikut juga tumbuh makan berpotensi melanjutkan outperformance terhadap IHSG,” ujarnya.

Pada semester II ini pihaknya berencana akan menerbitkan produk syariah baru berjenis reksa dana pasar uang. Menurutnya, jenis reksa dana ini digemari investor untuk kebutuhan jangka pendek.

“Umumnya satu bulan sehingga turnover-nya cukup aktif,” kata Farash.

Di sisi lain, produk reksa dana yang mengacu pada indeks global dan berdenominasi mata uang asing khususnya dolar AS juga mencatatkan kinerja moncer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG reksa dana reksa dana syariah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top