Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Koreksi Saham INDF dan KLBF Buat Indeks Bisnis-27 Lunglai

Dari 27 anggota konstituen indeks, hanya 1 emiten terpantau menguat, 1 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 25 emiten lain berada dalam posisi melemah.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  09:42 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 tak mampu melanjutkan tren penguatan pada pembukaan pasar Jumat (24/7/2020), setelah ditutup parkir di zona hijau pada perdagangan sebelumnya.

Setelah dibuka pada level 461,728, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut melemah 1 persen atau 4,61 poin ke level 457,123 pada pukul 09.14 WIB. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 456,876 hingga 461,728.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sebelumnya Kamis (23/7/2020), indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,82 persen atau 3,74 poin ke level 461,728.

Dari 27 anggota konstituen indeks, hanya 1 emiten terpantau menguat, 1 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 25 emiten lain berada dalam posisi melemah.

Penguatan indeks terutama hanya ditopang oleh emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) dengan kenaikan tipis 0,86 persen atau 20 poin ke level Rp2.340.

Sementara, saham emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) terpantau dalam posisi stagnan di level Rp2.820.

Di sisi lain, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menjadi pemberat indeks pada awal perdagangan hari ini dengan penurunan sebesar 3,35 persen atau 225 poin ke level Rp6.500.

Adapun, periode ex dividen INDF jatuh pada hari ini, Jumat (24/7/2020) sehingga melihat dari trennya sangat wajar jika pergerakan sahamnya mengalami penurunan.

Selain INDF, saham emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) juga mengalami koreksi harga 2,49 persen atau 40 poin ke level Rp1.575. Padahal selama empat hari perdagangan sebelumnya, saham KLBF ditutup menghijau karena sentimen vaksin yang mendongkrak semua saham emiten sektor farmasi.

Berdasarkan besaran transaksi, saham KLBF juga terpantau paling banyak diperjualbelikan pada awal perdagangan hari ini. Hingga pukul 09.27 WIB, saham KLBF sudah ditransaksikan sebanyak Rp141,40 miliar dengan total jual bersih asing di pasar reguler mencapai Rp22,41 miliar.

Bersamaan dengan indeks Bisnis-27, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpantau dibuka pada zona merah di awal perdagangan hari ini. IHSG dibuka pada level 5.110,419, turun 0,67 persen atau 34,592 poin hingga pukul 09.28 WIB.

Di sisi lain, bursa Asia ternyata juga dibuka loyo pada awal perdagangan hari ini. Indeks Jepang Nikkei 225 terpantau stagnan sedang indeks Hong Kong Hang Seng melemah 1,04 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top