Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terdorong Aksi Beli Investor, Bursa Saham AS Kembali Naik Tajam

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat berhasil rebound ke zona hijau dan melonjak pada awal perdagangan hari ini
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  22:15 WIB
Terdorong Aksi Beli Investor, Bursa Saham AS Kembali Naik Tajam
Trader di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS pada 3 Mei 2019./ REUTERS - Brendan McDermid
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat  rebound ke zona hijau dan melonjak pada awal perdagangan hari ini, Jumat (12/6/2020) didorong pembelian saham yang terpukul aksi jual pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 naik tajam 2,40 persen atau 72,20 poin ke level 3.074,30 pada pukul 08.54 pagi waktu New York.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 3,11 persen atau 781,13 poin ke posisi 25.909,30 dan indeks Nasdaq Composite melesat 2,48 persen atau 235,61 poin ke level 9.728,34.

Pada perdagangan Kamis (11/6/2020), indeks saham acuan S&P 500 mengalami penurunan terbesar sejak 16 Maret di tengah tumbuhnya kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi virus corona.

Rebound S&P 500 pada awal perdagangan hari ini membawanya memangkas koreksi mingguan, dipimpin oleh saham komoditas, industri dan keuangan.

Investor meraup aset-aset berisiko meskipun kekhawatiran akan gelombang kedua infeksi virus corona tampak besar. Saham operator pelayaran dan pesawat udara yang terpukul selama aksi jual pada Kamis, melonjak.

Reli bursa AS sebesar lebih dari 40 persen dari posisi terendah pada Maret tergelincir pekan ini di tengah pesimisme tentang laju pemulihan setelah lockdown selama berbulan-bulan.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan ekonomi global mengalami pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan akibat pandemi Covid-19 dan akan menanggung bekas dampak yang tersisa.

“Saya tidak berpikir banyak yang benar-benar telah berubah. Hanya saja investor sangat terlatih untuk melakukan pembelian saat saham turun (buy the dip),” tutur penasihat investasi senior di Cornerstone Capital, Shahnawaz Malik.

“Kita akan terus melihat serangan volatilitas ini sampai adanya vaksin untuk virus corona,” tambahnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sejalan dengan Wall Street, indeks Stoxx Europe 600 menanjak 1,3 persen. Namun, indeks MSCI Asia Pacific melemah 1,1 persen. Sementara itu, Bloomberg Dollar Index turun 0,2 persen dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,7 persen ke level US$36,60 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top