Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Lanjutkan Penguatan 1,5 Persen ke 4.900, 186 Saham Menghijau

Pada pukul 09.00 WIB, indeks menguat 1,56 persen atau 75,56 poin menuju 4.923,07,17. Terpantau saham 130 menguat, 17 saham melemah, 74 saham stagnan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  09:02 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2020) mengikuti tren saham global.

Pada pukul 09.00 WIB, indeks menguat 1,56 persen atau 75,56 poin menuju 4.923,07,17. Terpantau saham 130 menguat, 17 saham melemah, 74 saham stagnan.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyampaikan demo, rusuh dan penjarahan yang terjadi banyak Negara Bagian AS tidak mempengaruhi DJIA, justru yang terjadi sebaliknya dimana DJIA menguat  kelevel tertinggi selama 1 bulan ini setelah semalam kembali menguat sebesar +1.05%.

Pasalnya, investor lebih investor tertuju kepada reopening economy AS setelah dilanda pendemik Covid-19. Jika dikombinasikan dengan penguatan tajam EIDO sebesar +5.15% maka berpotensi menjadi sentimen positif pendorong penguatan kembali IHSG menuju level 4.900

"Mengetahui IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya, ditengah investor asing mulai membukukan Net Buy serta secara valuasi masih cukup banyak saham sangat menarik untuk dibeli, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BUY atau Swing Trade," paparnya, Rabu (3/6/2020).

Menurut Edwin, investor dapat fokus atas saham dari sektor Coal, Infrastruktur, Bank, Pakan Ayam, Semen, Konsumer, TI, CPO dan Properti dalam perdagangan Rabu ini.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan bahwa secara teknikal, candlestick higher high dan higher low IHSG mengindikasikan potensi penguatan. Dia memproyeksikan IHSG bertahan di zona hijau dengan menguji level resisten terdekat 4.903 sebelum menguji level resisten selanjutnya di 4.959.

“Namun diperkirakan penguatan akan cukup terbatas di tengah banyaknya ketidakpastian akibat dari new normal dan kekhawatiran akibat kerusuhan di Amerika Serikat [AS],” ujar Dennies seperti dikutip dari publikasi risetnya, Rabu (3/6/2020).

Adapun, pada penutupan perdagangan sebelumnya, Selasa (2/6/2020), IHSG berhasil menguat 1,98 persen atau 93,895 poin ke level 4.847,507. Sektor saham keuangan menjadi penopang penguatan IHSG dengan menguat 3,43 persen pada, Selasa (2/6/2020). Di posisi kedua, sektor saham pertambangan menempel dengan 2,6 persen.

Total nilai transaksi di pasar reguler, tunai, dan negosiasi mencapai Rp11,991 triliun. Investor asing mencetak net buy atau beli bersih Rp872,23 miliar hingga akhir sesi perdagangan.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa berdasarkan rasio fibonacci, level support maupun resistan IHSG berada pada 4.747,88 hingga 4.975,54, sedangkan berdasarkan indikator, MACD maupun RSI menunjukkan sinyal positif.

“Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistan terdekat,” ujar Nafan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top