Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Kuartal I/2020 : Pendapatan Adi Sarana Armada (ASSA) Tumbuh 38 Persen

Adi Sarana Armada mengumpulkan pendapatan sebanyak Rp701,61 miliar sepanjang kuartal I/2020. Pendapatan dari bisnis sewa kendaraan tetap mendominasi. Namun, lini usaha kurir mencetak pertumbuhan tertinggi.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  20:00 WIB
Armada milik PT Adi Sarana Armada (ASSA) Tbk. - Repro/assa.co.id
Armada milik PT Adi Sarana Armada (ASSA) Tbk. - Repro/assa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adi Sarana Armada Tbk. mencetak penurunan laba cukup signifikan pada kuartal I/2020 kendati pendapatan perseroan meningkat.Laba perseroan tergerus karena kenaikan sejumlah beban.

Pada kuartal I/2020, emiten berkode saham ASSA itu mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp26,05 miliar, turun 1,8 persen dari untung yang dicatatkan perseroan pada kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp25,53 miliar.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto menyatakan bahwa penurunan laba bersih itu diakibatkan oleh kenaikan beban pokok serta beban umum administrasi, masing-masing sebesar 43 persen dan 42,3 persen.

“Hal ini mengakibatkan laba bersih relatif stabil di angka Rp26,05 miliar di kuartal I-2020 dibanding perolehan laba bersih setahun sebelumnya yang sebesar Rp26,53 miliar,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (28/5/2020).

Dia menjelaskan beban meningkat seiring ekspansi yang dilakukan perseroan untuk mendorong bisnis ke arah end-to-end logistic dan memperkuat sinergi bisnis inti rental dan lelang.

Sementara itu, pendapatan perseroan meningkat sekitar 38 persen dari Rp508,67 miliar pada kuartal I/2019, menjadi Rp701,61 miliar. Kontribusi pendapatan terbesar disumbang oleh lini bisnis sewa kendaraan dan autopool yang mencapai Rp327,38 miliar atau 46,7 persen total pendapatan perseroan.

Kontribusi pendapatan terbesar kedua adalah penjualan mobil bekas dengan kontribusi sebesar 18 persen. Sementara itu, jasa pengiriman kilat (Anteraja) berkontribusi sebesar 14,3 persen. Adapun, jasa penyewaan juru mudi dan logistik masing-masing berkontribusi 6 persen.

“Kenaikan pendapatan tertinggi di kuartal I-2020, berasal dari layanan jasa pengiriman Anteraja yang tumbuh menjadi Rp100,3 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp295 juta,” jelasnya.

Dia menyatakan perseroan akan berhati-hati dalam menghadapi kuartal II/2020 sambil memantau perkembangan kondisi usaha dan konsumen yang bisa terdampak pandemi di lini bisnis rental dan lelang.

Selain itu, lanjutnya, perseroan akan terus berupaya mengembangkan bisnis logistik terintegrasi. Perseroan meyakini lini bisnis ini memiliki peluang untuk tetap tumbuh di tengah pandemi seperti lini bisnis Anteraja.

Pada kuartal I/2020, emiten milik Triputra Group ini memiliki aset sebesar Rp4,84 triliun, naik 5,4 persen dari posisi pada akhir 2019. Sementara itu, liabilitas meningkat 5,45 persen menjadi Rp3,51 triliun.

Prodjo menjelaskan perseroan akan mendorong inovasi dan pengembangan di berbagai lini usaha. Salah satunya, dengan mengembangkan bisnis layanan e-fulfilment bernama Titipaja.

Dia menjelaskan titip aja diharapkan tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi juga meningkatkan kecepatan pengiriman dan menurunkan ongkos kirim. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi para penjual yang menggunakan layanan itu.

“Juga ke depan, ASSA akan melakukan cost effectiveness program untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten adi sarana armada
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top