Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perkembangan Vaksin Covid-19 Jadi Fokus Pasar Forex dan Komoditas, Selasa (26/5)

Pengumuman vaksin baru oleh WHO membantu optimisme pasar bahwa dengan vaksin itu, dapat membantu pemulihan aktivitas ekonomi lebih cepat dari yang sudah berjalan saat ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  09:53 WIB
Karyawan menghitung uang dolar di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/5/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (18/5) sebesar 10 poin atau 0,07  persen ke level Rp Rp14.850 per dolar AS. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Karyawan menghitung uang dolar di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/5/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (18/5) sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp Rp14.850 per dolar AS. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan vaksin Covid-19 yang diungkapkan oleh World Health Organization (WHO) akan menjadi fokus pasar mata uang pada perdagangan Selasa (26/5/2020). Hal itu tampak dapat mendukung aset-aset berisiko untuk bergerak lebih kuat.

Mengutip publikasi riset Monex Investindo Futures, walaupun beberapa pengamat kesehatan menilai pernyataan dan keampuhan vaksin Covid 19 terlalu cepat diumbar, pengumuman vaksin baru oleh WHO membantu optimisme pasar bahwa dengan vaksin itu, dapat membantu pemulihan aktivitas ekonomi lebih cepat dari yang sudah berjalan saat ini.

“Namun, ketegangan antara AS-China juga menjadi pengganjal kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan perang dingin yang akan kembali melumpuhkan ekonomi kedua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu,” tulis Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya, dikutip Selasa (26/5/2020).

Eskalasi ketegangan itu pun diproyeksi juga akan berimbas negatif bagi negara-negara lainnya sehingga akan kembali menjadi katalis penahan aset-aset berisiko untuk bergerak lebih tinggi.

Berikut analisis mata uang dan komoditas utama pada perdagangan kali ini:

Emas
Harga emas berpeluang naik menguji resisten US$1.740 - US$1.745 per troy ounce bila kekhawatiran memburuknya hubungan AS - China berlanjut sehingga memicu minat pada aset aman. Level support emas pada kisaran US$1.710 - US$1.720 per troy ounce.

Minyak
Optimisme pasar terhadap meningkatnya permintaan minyak mentah dan harapan vaksin Covid 19 baru berpeluang menopang harga minyak naik menguji resisten US$34,40 - US$35 per barel. Level support pada kisaran US$32,45 - US$33,25 per barel.

EUR/USD
Pasangan mata uang EUR/USD berpotensi naik menguji resisten US$1,0930 - US$1,1000 per euro bila data German GfK Consumer Climate yang dirilis pukul 13.00 WIB dan ECB Financial Stability Review yang dirilis pukul 20.00 WIB menunjukkan hasil lebih baik dari ekspektasi. Level Support pada kisaran US$1,0850 - US$1,0880 per euro.

GBP/USD
GBP/USD berpotensi naik menguji resisten US$1,2220 - US$1,2300 per pound sterling bila minat pasar terhadap aset berisiko berlanjut. Fokus pada data CBI Realized Sales yang akan dirilis 17.00 WIB. Level support pada kisaran US$1,2100 - US$1,2160 per pound sterling.

USD/JPY
Pernyataan dovish dari Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, pagi ini berpotensi mengangkat pasangan mata uang USD/JPY naik menguji resisten 108 - 108,5 yen per dolar AS. Level support pada kisaran 107,30 - 107,6 yen per dolar AS.

AUD/USD
Pasangan mata uang AUD/USD berpeluang naik menguji resisten US$0,6575 - US$0,665 per dolar Australia didukung pernyataan hawkish dari Gubernur People's Bank of China yang menopang harapan peningkatan belanja dari China untuk produk-produk ekspor Australia. Level Support pada kisaran US$0,6500 - US$0,6520 per dolar Australia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini Harga Minyak dolar as
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top