Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Harga Emas Hari Ini, 26 Mei 2020

Harga emas kini sudah lungsur dari level US$1.750 per troy ounce.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  15:09 WIB
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). - ANTARA / Ari Bowo Sucipto
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). - ANTARA / Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas dunia berpeluang turun seiring minat pelaku pasar terhadap aset aman yang memudar bila optimisme ketegangan Amerika Serikat-China mereda.

Monex Investindo Futures dalam laporan risetnya menyebut, faktor Hong Kong menjadi penting karena menentukan tensi Amerika-Serikat dengan China. Bila RUU ini gagal disahkan, minat pelaku pasar terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang menguat. Begitu juga sebaliknya.

Harga emas diperkirakan menguji support atau batas bawah penurunan di rentang US$1710 - US$1720 bila optimisme ketegangan AS - Tiongkok mereda. Adapun level resisten pada kisaran US$1740 - US$1750.

Sebelumnya, JPMorgan Chase & Co.melaporkan langkah-langkah moneter dan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia dapat menyebabkan pelemahan pertumbuhan jangka panjang dan penurunan nilai mata uang. Hal ini akan  mendukung penguatan harga emas.

Risiko penurunan nilai mata uang dapat meningkat tahun depan, John Normand dan Federico Manicardi dari JP Morgan menulis dalam laporan tersebut. Hal tersebut akan mendorong aset safe haven seperti yen Jepang atau emas.

"Risiko lonjakan inflasi akan tetap stagnan pada tahun 2020 dan tetap flat selama dua tahun ke depan," paparnya, dikutip dari Bloomberg.

Pengurangan suku bunga di negara-negara G10 sebagai respons terhadap penghentian pandemi terhadap ekonomi mereka membuat sebagian besar mata uang berkurang nilainya. Namun, kesenjangan suku bunga riil lebih tinggi di Jepang, zona Eropa, dan Swiss.

15:04 WIB

Pukul 14.52 WIB: Spot Comex Melemah 6,1 Poin

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 terpantau melemah 6,1 poin atau 0,35 persen ke level US$1.747,40 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,4 persen atau 0,404 poin ke level 99,459 pada pukul 14.52 WIB.

14:30 WIB

Pukul 14.15 WIB: Spot Comex Melemah 7,6 Poin

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 terpantau melemah 7,6 poin atau 0,43 persen ke level US$1.745,90 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,39 persen atau 0,388 poin ke level 99,375 pada pukul 14.15 WIB.

13:38 WIB

Pada pukul 13.34 WIB, emas spot kembali melemah 0,02 persen

Pada pukul 13.34 WIB, emas spot kembali melemah 0,02 persen atau 0,34 poin menjadi US$1.731,61 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Agustus 2020 turun 0,23 persen atau 4,1 poin menuju US$1.749,4 per troy ounce.

11:35 WIB

Pada pukul 11.31 WIB, emas spot menguat 0,09 persen

Pada pukul 11.31 WIB, emas spot menguat 0,09 persen atau 1,59 poin menjadi US$1.733,54 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 0,06 persen atau 1 poin menuju US$1.754,5 per troy ounce.

10:17 WIB

Pada pukul 10.14 WIB, emas spot berbalik menguat 0,17 persen

Pada pukul 10.14 WIB, emas spot berbalik menguat 0,17 persen atau 2,87 poin menjadi US$1.734,82 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 0,01 persen atau 0,1 poin menuju US$1.753,6 per troy ounce.

09:23 WIB

Harga emas spot pukul 9.21 WIB terkoreksi 0,01 persen

Harga emas spot pukul 9.21 WIB terkoreksi 0,01 persen atau 0,17 poin menjadi US$1.731,78 per troy ounce. Emas Comex kontrak Agustus 2020 juga koreksi 0,2 persen atau 3,5 poin menuju US$1.750 per troy ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam harga emas comex
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top