Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Pengumuman RDG BI, Rupiah Menguat Saat Dolar AS Lemas

Hingga pukul 11.40 WIB rupiah berada di level Rp14.815 per dolar AS, menguat 0,24 persen atau 35 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya menuju Rp14.815 per dolar AS. Adapun, pada perdagangan kali ini rupiah dibuka di level Rp14.805 per dolar AS.
Finna U. Ulfah dan Renat Sofie Andriani
Finna U. Ulfah dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  12:36 WIB
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada sesi I perdagangan Selasa (19/5/2020), memanfaatkan momentum dolar AS yang tampak lunglai di zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 11.40 WIB rupiah berada di level Rp14.815 per dolar AS, menguat 0,24 persen atau 35 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya menuju Rp14.815 per dolar AS. Adapun, pada perdagangan kali ini rupiah dibuka di level Rp14.805 per dolar AS.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.823 per dolar AS, menguat 62 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp14.885 pada Senin (18/5/2020).

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak cenderung melemah di level 99,66.

Mengutip riset Monex Investindo Futures, lemahnya dolar AS disebabkan oleh sentimen dari kabar uki coba vaksin Covid-19 yang dapat mengurangi permintaan safe haven untuk greenback. Adapun, saat ini pasar akan menantikan perilisan data ijin membangun di AS untuk periode April.

“Jika data dirilis lebih tinggi daripada estimasi, berpeluang memicu penguatan dolar AS,” tulis Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya, dikutip Selasa (19/5/2020).

Sementara itu, mengutip Bloomberg, setelah periode tekanan berkelanjutan terhadap rupiah, mata uang domestik berhasil menguat terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir. Penguatan rupiah mengindikasikan BI enggan melakukan pelonggaran suku bunga lanjutan.

Dalam sebulan terakhir, rupiah berhasil naik lebih dari 4 persen terhadap dolar AS, dan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia. Penurunan rupiah sepanjang 2020 pun terpangkas menjadi hanya sebesar 7,1 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan pelonggaran suku bunga lanjutan bergantung jepada stabilitas pasar. Rupiah secara fundamental undervalued, dan BI berjanji akan campur tangan untuk mendukung mata uang tersebut.

Dengan rupiah yang kini dalam tren menanjak, pada pekan lalu Perry mengisyaratkan adanya ruang bagi BI untuk pelonggaran lebih lanjut.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, hari ini pelaku pasar akan mengamati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate.

Ekonom Samuel Sekuritas memperkirakan BI akan mempertahankan tingkat suku bunga pada level 4,5 persen, berlawanan dengan konsensus yang memprediksi BI akan memotong suku bunga sebanyak 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang lain di Asia juga tampak terapresiasi terhadap dolar AS, antara lain won Korea Selatan (+0,5 persen), peso Filipina (+0,25 persen), dan dolar Taiwan (+0,1 persen) pukul 12.20 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top