Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks S&P 500 Melemah Jelang Rilis Laporan Keuangan Bank AS

Kendati terkapar di wilayah negatif, indeks S&P 500 berhasil memangkas sebagian pelemahannya setelah turun sebanyak 2,5 persen.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 April 2020  |  05:03 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks saham acuan S&P 500 di Amerika Serikat berakhir melemah pada perdagangan Senin (13/4/2020), menjelang dimulainya musim laporan keuangan perusahaan yang diwarnai ketidakpastian akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap ekonomi global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup melemah 1,01 persen atau 28,19 poin ke level 2.761,63 dan indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,39 persen ke posisi 23.390,77.

Meski demikian, indeks Nasdaq Composite mampu melawan tren koreksi ini dan berakhir di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,48 persen atau 38,85 poin ke level 8.192,43.

Kendati terkapar di wilayah negatif, indeks S&P 500 berhasil memangkas sebagian pelemahannya setelah turun sebanyak 2,5 persen. Penguatan saham perusahaan konsumen, teknologi dan komunikasi mengimbangi pelemahan di kelompok utama lainnya.

Dengan gejolak yang ditimbulkan pandemi virus corona di seluruh dunia, para pelaku pasar tampak telah kehilangan arah terkait laba perusahaan.

Saat musim laporan keuangan dimulai pekan ini, para pedagang mungkin bisa merasakan betapa buruknya dampak terhadap laba perusahaan-perusahaan global ketika wabah virus tersebut menggoyang ekonomi global.

“Perusahaan, analis, pedagang, investor, dan ahli strategi sampai batas tertentu 'terbang memasuki musim laporan laba tanpa perlengkapan',” ujar John Stoltzfus, kepala strategi investasi di Oppenheimer & Co., seperti dilansir dari Bloomberg.

“Sifat penutupan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, social distancing dan langkah berlindung di dalam hunian seperti yang diperintahkan oleh para pejabat memberikan banyak ketidakpastian,” tambahnya.

Indeks S&P 500 tetap diperdagangkan di bawah level 2.800, garis support utama pada 2019 yang berfungsi sebagai resistance pada tahun sebelumnya.

"Kita akan menghadapi tahun yang sulit. Laba akan turun sekitar 30 persen,” tutur Savita Subramanian, kepala ekuitas AS dan strategi kuantitatif di Bank of America Corp.

Sejumlah bank dan perusahaan finansial AS, antara lain JPMorgan, Citigroup, Bank of America, BlackRock, Goldman Sachs, dan Wells Fargo, dijadwalkan akan merilis laporan laba kuartal I/2020 pekan ini.

Sejalan indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen dan indeks MSCI Emerging Market melemah 0,5 persen. Sebaliknya, nilai tukar yen Jepang, yang kerap diburu investor kala dilanda ketidakpastian, menguat 0,7 persen menjadi level 107,68 per dolar AS.

Pergerakan Bursa Wall Street 13 April

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

23.390,77

-1,39

S&P 500

2.761,63

-1,01

Nasdaq

8.192,43

+0,48

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street bursa as bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top