Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perdagangan Saham Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) Hanya di Pasar Nego

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Rabu (8/4/2020), Pelayaran Tamarin Samudra masuk ke dalam daftar efek tidak dijamin.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 April 2020  |  21:02 WIB
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. masuk ke dalam daftar efek tidak dijamin mulai 1 April 2020 hingga 30 April 2020.

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Rabu (8/4/2020), Pelayaran Tamarin Samudra masuk ke dalam daftar efek tidak dijamin. Hal itu diputuskan berdasarkan Pasal 25 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 26/POJK.04/2014 tentang Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa.

Keputusan masuknya emiten berkode saham TAMU itu juga merupakan hasil evaluasi dari BEI dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pada Maret 2020. Dengan demikian, status efek tidak dijamin itu berlaku mulai dari 1 April 2020 hingga 30 April 2020.

“Perdagangan efek tidak dijamin hanya dapat dilakukan di pasar negosiasi sesuai dengan Peraturan BEI nomor II-K tentang Efek Tidak Dijamin dan Transaksi Dipisahkan atas Efek Bersifat Ekuitas dan Peraturan KPEI nomor II-15 tentang Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa atas Efek Tidak Dijamin dan Transaksi Dipisahkan atas Efek Bersifat Ekuitas,” seperti tertulis dalam surat yang ditandatangangi oleh Direktur BEI Kristian S. Manulang dan Direktur KPEI Iding Pardi.

TAMU merupakan emiten yang bergerak di bidang jasa penyewaan kapal penunjang kegiatan lepas pantai. Perseroan melakukan pencatatan perdananya di BEI pada 10 Mei 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transaksi saham Pelayaran Tamarin Samudra
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top