Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Tumbuh, Martina Berto (MBTO) Masih Rugi Selama 2019

Martina Berto mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 6,97 persen, dari posisi Rp502,52 miliar menjadi Rp537,57 miliar pada tahun lalu.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 April 2020  |  16:05 WIB
Martina Berto - Ilustrasi/mix.co.id
Martina Berto - Ilustrasi/mix.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kosmetik PT Martina Berto Tbk. (MBTO) masih tetap merugi meskipun pendapatan perseroan bertumbuh sepanjang 2019.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2020), Martina Berto mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 6,97 persen, dari posisi Rp502,52 miliar menjadi Rp537,57 miliar pada tahun lalu.

Meski sudah berhasil menekan beban penjualan dan pemasarannya hingga 24,66 persen menjadi Rp189,09 miliar, nyatanya perseroan masih terus merugi.

Pada tahun lalu, posisi rugi perseroan 41,34 persen lebih kecil dibanding kerugiannya dua tahun lalu yakni dari Rp114,13 miliar menjadi Rp66,94 miliar.

Dengan demikian, rugi per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun dari Rp106,66 menjadi Rp62,57.

Di lain pihak, pos liabilitas perseroan naik 2,41 persen menjadi Rp355,89 miliar pada tahun 2019, dibarengi dengan peningkatan pada pos ekuitas sebesar 27,78 persen menjadi Rp300,50 miliar pada tahun lalu.

Total aset perseroan yang tergabung dalam Martha Tilaar Grup tersebut juga ikut meningkat 9,64 persen dari Rp591,06 miliar menjadi Rp648,02 miliar.

Terakhir, karena terdapat penurunan neto dalam kas dan bank sebesar Rp1,36 miliar, kas dan bank akhir tahun 2019 perseroan melorot 34,05 persen menjadi Rp2,64 miliar dari periode akhir tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

martina berto Kinerja Emiten
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top