Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 26 Maret: IHSG Meroket 10 Persen, Rupiah Terkuat di Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 4.000 setelah melonjak tajam lebih dari 10 persen hari ini, di dorong oleh penguatan saham-saham perbankan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  20:51 WIB
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 4.000 setelah melonjak tajam lebih dari 10 persen hari ini, di dorong oleh penguatan saham-saham perbankan.

Setali tiga uang, nilai tukar rupiah juga mengakhiri perdagangan hari ini yang dipicu kembalinya kepercayaan diri investor untuk mengumpulkan aset berisiko.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (26/3/2020):

 

Saham Perbankan Moncer, IHSG Ditutup Melonjak 10 Persen Lebih

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 10,19 persen atau 401,27 poin ke level 4.338,90 menjelang akhir perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Selasa (24/3/2020), IHSG berakhir di level 3.937,63 dengan penurunan 1,3 persen atau 51,88 poin.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 3.935,91-4.370,66.

Seluruh 9 sektor dalam IHSG menguat, dipimpin oleh sektor finansial yang menguat 14,06 persen, disusul sektor barang konsumsi yang menguat 13 persen dan infrastruktur yang naik 11,43 persen.

Sampai dengan penutupan perdagangan, 300 saham menguat, 129 terkoreksi, dan 115 stagnan. Investor asing terpantau tengah memburu emiten big caps dengan torehan net buy atau beli bersih senilai Rp669,83 miliar.

 

Cakep ! Rupiah Menguat 1,18 Persen, Jadi Juara Asia

Nilai tukar rupiah menutup perdagangan Kamis (26/3/2020) dengan torehan ciamik, menguat 1,18 persen terhadap dolar AS. Apresiasi rupiah dipicu kembalinya kepercayaan diri investor untuk mengumpulkan aset berisiko.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah parkir di level Rp16.305 per dolar AS, menguat 1,18 persen atau 195 poin. Penguatan itu menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di Asia, mengalahkan ringgit yang menguat 1,16 persen dan rupee yang terapresiasi 0,97 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,62 persen ke level 100,423.

 

Investor Pertimbangkan Efektivitas Stimulus, Bursa Eropa dan Asia Melemah

Sebagian bursa saham Asia dan Eropa melemah pada perdagangan Kamis (26/3/2020) karena investor menimbang pengaruh paket stimulus masa lalu terhadap meningkatnya dampak dari wabah virus corona (Covid-19).

Indeks Stoxx Europe 600 melemah 1,64 persen ke level 308,25 pada awal perdagangan, didorong oleh sektor energi dan tambang. Sementara itu, kontrak berjangkan indeks S&P 500 tergelincir setelah angka kematian AS akibat Covid-19 mencapai 1.000 jiwa.

Di Asia, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau menguat 0,51 persen atau 2,78 poin ke level 552,95. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah 1,78 persen dan 4,51 persen di tengah upaya lebih lanjut untuk menahan pergerakan warganya.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing ditutup melemah 0,6 persen dan 0,66 persen. Di Hong Kong, indeks Hang Seng ditutup melemah 0,78 persen.

 

Harga Emas Hari Ini, 26 Maret 2020

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 terpantau melemah 14,3 poin atau 0,87 persen ke level US$1.620 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,526 atau 0,52 poin ke level 100,524 pada pukul 15.50 WIB.

Emas berhasil kembali ke level US$1.600 per troy ounce setelah The Fed secara mendadak mengumumkan stimulus untuk melindungi ekonomi AS dari paparan penyebaran virus corona atau COVID-19 sehingga mendorong dolar AS melemah.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Indeks BEI
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top