Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Otoritas Bursa Korsel Setop Perdagangan 5 Menit, Kospi Ditutup Anjlok 3,87 Persen

Bursa Korea Selatan anjlok hampir 4 persen pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (12/3/2020), setelah sempat tersungkur lebih dari 5 persen di tengah kekhawatiran seputar wabah penyakit virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Maret 2020  |  17:21 WIB
Otoritas Bursa Korsel Setop Perdagangan 5 Menit, Kospi Ditutup Anjlok 3,87 Persen
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Korea Selatan anjlok hampir 4 persen pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (12/3/2020), setelah sempat tersungkur lebih dari 5 persen di tengah kekhawatiran seputar wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Kospi ditutup di level 1.834,33 dengan penurunan tajam 3,87 persen atau 73,94 poin. Pada perdagangan Rabu (11/3), Kospi masih menyentuh level 1.908,27 dengan pelemahan 2,78 persen.

Seperti dilaporkan Korea Times, otoritas Bursa Korsel (Korea Exchange) pada Kamis mengaktifkan ‘sidecar’ atau penghentian perdagangan saham sementara selama lima menit sekitar pukul 1 siang waktu setempat saat Kospi setelah terjun lebih dari 5 persen.

Langkah itu ditujukan untuk meminimalkan guncangan di tengah gejolak pasar dengan menghentikan sementara aktivitas investor dari perdagangan saham. Ini penghentian pertama kalinya dalam delapan tahun oleh otoritas bursa Korsel.

“Untuk Kospi, angka 1.900 adalah level support yang sangat penting pada basis teknis,” ujar Matt Maley, pakar strategi ekuitas di Miller Tabak & Co., dikutip dari Bloomberg.

“Jika kita melihat lebih banyak penurunan melalui Kospi dalam waktu dekat, itu akan sangat tidak menguntungkan secara teknis, dan mungkin juga akan menunjukkan bahwa pertumbuhan di seluruh dunia akan melambat dengan cara yang lebih nyata,” paparnya.

Pada Rabu (11/3), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa penyakit virus corona (Covid-19) secara resmi menjadi pandemi. Ini adalah pertama kalinya WHO menyebut wabah pandemi sejak 'flu babi' H1N1 pada 2009.

“Pedagang masih ragu tentang di mana bottom-nya di tengah wabah virus corona ini,” ujar Cho Byung-hyun, ahli strategi di Yuanta Securities Korea.

“Tetap saja, jika suatu obat dilepaskan untuk virus itu atau pemerintah memberi kelegaan pada investor dengan langkah-langkah stimulus yang kuat, pasar akan rebound,” yakinnya.

Dari 792 saham yang diperdagangkan pada Kamis, sebanyak 16 saham menguat, 757 saham melemah, dan 19 saham lainnya stagnan.

Saham raksasa teknologi Korsel Samsung Electronics berakhir anjlok 2,50 persen atau 1.300 won di level 50.800, setelah menjadi penekan utama atas pelemahan Kospi pada Rabu dengan terguling 4,58 persen ke posisi 52.100.

Sementara itu, saham KEC Holdings Co. Ltd. yang merosot 16,67 persen mencatat penurunan terdalam, disusul saham Wooridul Huebrain Ltd. yang turun tajam 15,82 persen.

Bersama Kospi, nilai tukar won ditutup melemah tajam 12,68 poin atau 1,06 persen ke level 1.206,67 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 0,07 persen di posisi 1.193,99 pada Rabu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks kospi bursa korsel
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top