Mitrabahtera (MBSS) Alokasikan Capex Naik 24,7 Persen

Perusahaan mengalokasikan capex 24,7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu seiring dengan jadwal docking kapal yang lebih ramai pada tahun ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  15:02 WIB
Mitrabahtera (MBSS) Alokasikan Capex Naik 24,7 Persen
/Asiabusinessinfo

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$14,6 juta pada tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk meremajakan kapal.

Wakil Direktur Mitrabahtera Segara Sejati Lucas Djunaidi mengatakan bahwa pihaknya mengalokasikan capex 24,7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu seiring dengan jadwal docking kapal yang lebih ramai pada tahun ini. Adapun, pada tahun lalu perseroan hanya menganggarkan capex sebesar US$11,7 juta.

Capex kami masih difokuskan untuk pemeliharaan kapal-kapal kami terutama untuk scheduled intermediate survey maupun special survey untuk tug boat, barge, dan floating crane,” ujar Lucas saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (13/2/2020).

Sebagai informasi, jadwal docking mengikuti siklus pemeliharaan sesuai dengan umur kapal tersebut dibangun, yaitu setiap 2,5 tahun untuk intermediete survey dan setiap 5 tahun untuk special survey.

Lucas menjelaskan docking wajib dilakukan bagi setiap pemilik kapal untuk memastikan kelayakkan dan kesehatan setiap armada agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi setiap klien.

Di sisi lain, emiten dengan kode saham MBSS tersebut mengaku belum berencana untuk melakukan pembelian kapal baru pada tahun ini.

“Namun, kami tidak menutup kemungkinan penambahan kapal baru sepanjang didukung oleh kontrak jangka panjang yang terus sedang kami eksplor,” papar Lucas.

Berdasarkan laporan perseroan pada kuartal ketiga tahun lalu, terdapat tiga kontrak yang berakhir pada 2019, yaitu kontrak dengan Adaro, Muji Lines (Bayan Wahana), dan Prolindo Cipta Nusantara.

Dia mengatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap negosiasi perpanjangan kontrak dan tengah menjajaki kontrak-kontrak baru potensial. Adapun, hingga 30 September 2019, total kontrak atau backlog yang dibukukan entitas Indika Group ini mencapai US$40,6 juta.

Belum lama ini, MBSS baru menandatangani kerja sama dengan PT Artha Daya Coalindo yang berpotensi menambahkan pemasukan perseroan senilai US$9 juta.

Perjanjian tersebut mengatur kerja sama pekerjaan pembongkaran batubara dan penyewaan unit floating crane milik MBSS untuk SPOJ PLTU Suralaya Power Generation Unit yang akan digunakan PT Artha Daya Coalindo. Adapun jangka waktu perjanjian kerja sama ini adalah selama lima tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mitrabahtera segara sejati

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top