Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertumbuhan Ekonomi Hanya 5,02 Persen, IHSG Kokoh Menguat di Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (5/2/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  12:27 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (5/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,44 persen atau 25,82 poin ke level 5.948,16 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,56 persen atau 33,18 poin ke level 5.955,52.

Pada perdagangan Selasa (4/2/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 5.922,34 dengan penguatan 0,65 persen atau 38,17 poin.

Seluruh sembilan sektor terpantau bergerak di teritori positif siang ini, didorong oleh sektor finansial yang menguat 0,47 persen, sedangkan sektor pertanian mencatat penguatan terbesar yang mencapai 1,73 persen siang ini.

Sementara itu, sebanyak 222 saham menguat, 142 saham melemah, dan 312 saham stagnan dari 676 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing menguat 1,14 persen dan 1,33 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG pada sesi I perdagangan hari ini.

IHSG mampu bertahan di zona hijau meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat melambat pada tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat hanya tumbuh 5,02 persen sepanjang tahun 2019, cukup jauh di bawah pencapaian tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 5,17 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyampaikan pada kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 4,97 persen dibandingkan kuartal IV/2018. Sementara itu, dibandingkan kuartal III/2019, pencapaiannya terkontraksi 1,74 persen.

"Mempertahankan [pertumbuhan] 5 persen di situasi sekarang adalah tidak gampang. [Pertumbuhan] 5,02 persen di situasi yang menunjukkan pelemahan, ini cukup baik," paparnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Mengacu kepada data BPS, realisasi ini menjadi yang terendah sejak 2015, ketika angkanya hanya naik 4,88 persen. Realisasi ini juga tidak memenuhi target pemerintah yang sebesar 5,3 persen maupun proyeksi Bank Indonesia (BI), yang sebesar 5,1-5,5 persen.

Penguatan IHSG ini sejalan dengan mayoritas bursa saham lainnya di Asia yang juga menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang naik masing-masing 1,31 persen dan 1,40 persen, sedangkan indeks Kospi menguat 0,61 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite menguat 1,58 persen dan indeks CSI 300 naik 1,48 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng menguat 0,53 persen.

Dilansir Bloomberg, kekhawatiran investor tampaknya mereda menyusul langkah-langkah yang diambil Beijing untuk menahan penyebaran virus dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, pembatasan perjalanan serta penutupan bisnis terus berlanjut, dengan Macau menutup kasino selama dua pekan.

"Pelajaran dari reli pasar saham hari ini adalah bahwa sementara coronavirus menjadi risiko, itu bukan risiko material terhadap prospek ekonomi yang selalu mendukung pendapatan perusahaan," kata Chris Rupkey, kepala ekonom MUFG Union Bank, seerti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top