Ringkasan Perdagangan 13 Januari: IHSG dan Rupiah Menguat di Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu memperpanjang penguatannya bersama nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  19:45 WIB
Ringkasan Perdagangan 13 Januari: IHSG dan Rupiah Menguat di Awal Pekan
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu memperpanjang penguatannya bersama nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini.

Sejumlah bursa saham lain serta mata uang di Asia juga menguat, di tengah penantian investor terhadap penandatanganan perjanjian fase pertama antara Amerika Serikat dan China pekan ini.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Senin (13/1/2020):

IHSG Ditutup Menguat, BBRI dan HMSP Pendorong Utama

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup di level 6.296,67 dengan kenaikan 0,34 persen atau 21,63 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, indeks dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,21 persen atau 12,97 poin ke level 6.287,91. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak pada kisaran 6.269,48-6.297,78.

Enam dari sembilan sektor menetap di wilayah positif pada akhir perdagangan, dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,03 persen dan barang konsumsi yang menguat 0,85 persen. Tiga sektor lainnya terkoreksi, dipimpin industri dasar (-1,38 persen).

Adapun sebanyak 175 saham menguat, 225 saham melemah, dan 273 saham stagnan dari 673 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 2,27 persen dan 2,20 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 99 poin atau 0,72 persen ke level Rp13.673 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini, setelah bergerak pada kisaran Rp13.673-Rp13.744 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,065 poin atau 0,07 persen ke level 97,421 pada pukul 15.52 WIB.

Pagi tadi, nilai tukar rupiah dibuka menguat 28 poin atau 0,20 persen di level Rp13.744 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

AS-China Siap ‘Deal’, Yuan Sentuh Level Terkuat Sejak Juli 2019

Nilai tukar yuan China berhasil menyentuh level terkuatnya dalam lima bulan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (13/1/2020), di tengah optimisme pasar seputar penandatanganan kesepakatan dagang AS-China.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar yuan onshore China menguat 0,26 persen ke level 6,9010 pada pukul 12.00 WIB, setelah sempat menyentuh level 6,8986, level terkuatnya sejak 31 Juli.

Bursa Asia Menguat Jelang Penandatanganan Kesepakatan Fase Pertama AS-China

Bursa saham Asia menguat ke level tertingginya dalam 19 bulan terakhir pada perdagangan Senin (13/1/2020), menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan China-AS fase pertama, meskipun pasar belum melihat adanya rincian perjanjian.

Pada perdagangan sore di Asia, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau menguat 0,61 persen, menyentuh level tertinggi sejak Juni 2018. Indeks Kospi terpantau menguat 1,04 persen, sedangkan indeks Hang Seng naik 1,04 persen menjelang akhir perdagangan.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ditutup menguat masing-masing 0,75 persen dan 0,98 persen. Adapun indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang tidak membuka aktivitas perdagangan karena libur nasional.

Pergerakan Harga Emas Comex

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2020 terpantau melemah 8,3 poin atau 0,53 persen ke level US$1.551,80 per troy ounce.

Sebelumnya, harga emas Comex kontrak Februari 2020 dibuka naik 0,19 persen atau 2,90  poin di level US$1.563 per troy ounce.

Loyonya Dolar AS Bantu Harga Tembaga Menguat

Harga tembaga diproyeksi akan semakin terapresiasi didorong oleh dolar AS yang bergerak lebih rendah sehingga membuat logam dasar tersebut lebih murah dan menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (13/1/2020) hingga pukul 16.20 WIB, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah di level 97,3616.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (10/1/2020) tembaga di bursa London ditutup di level US$6.198 per ton, menguat 0,29%.

Permintaan Lebih Cerah, Nikel Reli Pada Awal 2020

Harga nikel berjangka naik untuk enam perdagangan berturut-turut, menuju kenaikan terpanjang sejak Juli 2019 karena prospek permintaan yang lebih cerah di tengah optimisme penandatangan kesepakatan dagang AS dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (13/1/2020) harga nikel di bursa Shanghai berada di level 112.490 yuan per ton, menguat 0,69% melanjutkan penguatannya dalam enam perdagangan berturut-turut.

Sementara itu, harga nikel di bursa London Metal Exchange (LME) pada penutupan perdagangan Jumat (10/1/2020) berada di level US$14.190 per ton, menguat 0,75%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top