Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ringkasan Perdagangan 11 November: IHSG & Rupiah Melemah, Emas Terkerek

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah rontoknya daya tarik aset-aset berisiko akibat ketidakpastian pembicaraan dagang AS-China dan gejolak sosial politik di Hong Kong.
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah rontoknya daya tarik aset-aset berisiko akibat ketidakpastian pembicaraan dagang AS-China dan gejolak sosial politik di Hong Kong.

Sebaliknya, kondisi tersebut mampu mendongkrak minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Harga emas Comex pun menguat.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Senin (11/11/2019):

Bursa Asia Lautan Merah, IHSG Terseret Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup melemah 0,47 persen atau 29,25 poin di level 6.148,74 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Dari 660 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 155 saham menguat, 247 saham melemah, dan 258 saham stagnan.

Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing turun 19,44 persen dan 4,28 persen menjadi penekan utama IHSG pada akhir perdagangan.

Sejalan dengan IHSG, indeks saham lain di Asia mayoritas berakhir di wilayah negatif. Di China, dua indeks saham utamanya, Shanghai Composite dan CSI 300 turun tajam 1,83 persen dan 1,76 persen masing-masing. Indeks Hang Seng Hong Kong bahkan berakhir anjlok 2,62 persen.

Rupiah Ditutup Melemah

Nilai tukar rupiah melemah 53 poin atau 0,38 persen dan mengakhiri pergerakannya pada Senin (11/11) di level Rp14.067 per dolar AS, pelemahan hari perdagangan hari kedua berturut-turut.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau turun tipis 0,039 poin atau 0,04 persen ke posisi 98,314.

Dilansir dari Bloomberg, rupiah melemah pada hari kedua terhadap greenback di tengah kehati-hatian pasar soal pembicaraan perdagangan AS-China setelah Presiden Trump membantah rencana pengurangan tarif.

Pasar Saham Global Rontok Didera Isu AS-China dan Protes Hong Kong

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2 persen dan indeks futures S&P 500 melemah 0,3 persen pada pukul 08.10 pagi waktu London (pukul 15.10 WIB).

Pada saat yang sama, indeks Shanghai Composite turun tajam 1,8 persen dan indeks MSCI Emerging Market melorot 1,2 persen.

“Melihat lebih jauh ke depan pekan ini, kita dapat memperkirakan adanya penurunan lebih lanjut di tengah neraca perdagangan, manufaktur, dan data produksi industri untuk beberapa negara berekonomi terbesar dunia,” ujar Siobhan Redford, seorang ekonom di FirstRand Bank Ltd.

Saham-Saham Calon Pendatang Baru Indeks MSCI Ditutup Variatif

Sejumlah saham yang akan masuk ke dalam indeks yang diterbitkan MSCI ditutup variatif setelah penyedia indeks global tersebut mengumumkan rebalancing konstituennya pada akhir pekan lalu.

Adapun, penyusunan ulang (rebalancing) konstituen indeks yang diterbitkan oleh MSCI pada bulan ini dinilai tak akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyampaikan bahwa saham yang keluar-masuk dari indeks MSCI kali ini tak begitu memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan bobotnya juga tak begitu kuat di IHSG.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau naik 2,30 poin atau 0,16 persen ke level US$1.465,20 per troy ounce pukul 15.51 WIB, setelah berakhir terkoreksi 0,24 persen di posisi 1.462,90 pada perdagangan Jumat (8/11/2019).

Dilansir dari Reuters, harga emas terdongkrak di tengah keraguan mengenai apakah pemerintah AS dan China dapat mencapai kesepakatan perdagangan.

Presiden Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa pemerintah AS belum mencapai kesepakatan dengan China. Trump juga menekankan bahwa ia tidak akan menghilangkan seluruh tarif terhadap China.

“Satu alasan mengapa emas diperdagangkan lebih tinggi karena kesepakatan dagang (AS-China) masih berupa spekulasi dan kita belum melihatnya,” ujar pakar strategi komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta terpantau bertambah Rp1.000 menjadi Rp742.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas stagnan di Rp658.000 per gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper