Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham-Saham Calon Pendatang Baru Indeks MSCI Ditutup Variatif

Saham-saham yang keluar-masuk dari indeks MSCI kali ini tak begitu memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan bobotnya juga tak begitu kuat di IHSG.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 11 November 2019  |  18:22 WIB
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah saham yang akan masuk ke dalam indeks yang diterbitkan MSCI ditutup variatif setelah penyedia indeks global tersebut mengumumkan rebalancing konstituennya pada akhir pekan lalu.

Adapun, penyusunan ulang (rebalancing) konstituen indeks yang diterbitkan oleh MSCI pada bulan ini dinilai tak akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyampaikan bahwa saham yang keluar-masuk dari indeks MSCI kali ini tak begitu memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan bobotnya juga tak begitu kuat di IHSG.

"Menurut saya pengaruhnya ke IHSG minim, kecuali yang keluar masuk itu big caps. Secara umum, dampaknya ke IHSG tidak signifikan," kata Wawan kepada Bisnis, Senin (11/11/2019).

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan perubahan konstituen untuk penghuni indeks MSCI Global Standard dan indeks MSCI Global Small Cap pada akhir pekan lalu. Selanjutnya, perubahan komposisi ini akan efektif setelah penutupan perdagangan 26 November 2019.

Untuk indeks MSCI Global Indonesia, saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) masuk sebagai penghuni baru. Adapun, ACES naik kelas dari indeks MSCI Small Cap Indonesia.

Sementara itu, saham PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) terdepak dan masuk ke indeks MSCI Small Cap Indonesia.

Adapun, pendatang baru lainnya di indeks MSCI Small Cap Indonesia terdiri dari saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO), PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM), dan SCMA.

MSCI menghapus saham ACES, PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT), dan PT Inti Agri Resources Tbk. (IIKP) dari indeks MSCI Small Cap.

Berdasarkan data Bloomberg, saham ACES mampu menguat 2,04% ke level Rp1.750 pada akhir perdagangan Senin (11/11/2019), sedangkan EXCL malah terjerembab 4,35% menjadi Rp3.300.

Dari kelompok pendatang baru di indeks MSCI Small Cap Indonesia, hanya saham ITMG dan SCMA yang menguat masing-masing 1,55% dan 8,51%. Sementaraitu, saham ERAA dan ISAT melemah masing-masing 1,83% dan 2,57%. RIMO dan SMSM justru tak mengalami perubahan harga alias diperdagangkan flat.

Per 8 November 2019, terdapat 27 saham dari Indonesia yang tergabung dalam indeks MSCI. Saham sektor keuangan memiliki bobot paling tinggi sebesar 45,69% disusul oleh sektor barang konsumer sebesar 14,24%.

Berdasarkan industrinya, bobot saham perbankan paling besar 45,69% diikuti layanan telekomunikasi sebesar 12,76%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham indeks msci emerging market
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top