Phapros (PEHA) Siap Pasarkan Alkes Pengisi Tulang Pada 2020

PT Phapros Tbk. (PEHA) siap memproduksi produk alat kesehatan pengisi tulang (bone filler) secara massal. Dengan demikian produsen Antimo ini berharap dapat memasarkan produk bone filler pada tahun depan.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 November 2019  |  15:05 WIB
Phapros (PEHA) Siap Pasarkan Alkes Pengisi Tulang Pada 2020
Direktur Utama PT Phapros Tbk. Barokah Sri Utami memberikan kata sambutan pada Seminar Kesehatan dengan tema Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa (13/2). - JIBI/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Phapros Tbk. (PEHA) siap memproduksi produk alat kesehatan pengisi tulang (bone filler) secara massal. Dengan demikian produsen Antimo ini berharap dapat memasarkan produk bone filler pada tahun depan.

Produk pengisi tulang (bone filler) ortopedi merupakan hasil hilirisasi riset perseroan bersama peneliti dari RSUD Dr.Soetomo, Surabaya. Ini merupakan produk biomaterial hydroxyapatite yang digunakan pada kasus-kasus ortopedi seperti patah tulang dan tulang keropos.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami menjelaskan ada beberapa pertimbangan perseroan mengembangkan alkes pengisi tulang (bone filler). Di antaranya karena angka kasus kecelakaan di Indonesia yang menyebabkan cedera tulang cukup tinggi, serta belum adanya perusahaan farmasi dan alkes dalam negeri yang mengembangkan produk biomaterial serupa.

Produk ini menggunakan bahan baku dari tulang sapi sehingga terjamin keamanannya. Emmy menjelaskan bone filler ortopedi yang dikembangkan perseroan merupakan produk bone filler biologi pertama yang dikembangkan oleh industri farmasi dan alkes dalam negeri.

"Selama ini, kita bergantung pada produk bone filler impor. Sehingga diharapkan dengan adanya bone filler buatan anak bangsa ini mampu menekan dominasi bone filler impor," terangnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (9/11/2019).

Emmy mengatakan perseroan akan memproduksi bone filler secara massal di fasilitas produksi bone filler di Bandung, Jawa Barat. Selanjutnya, produk ini siap dipasarkan pada 2020.

Perseroan memperkirakan penjualan produk itu masih di bawah Rp10 miliar pada tahun depan. Meski demikian, perusahaan optimistis perolehan tersebut akan meningkat karena adanya program BPJS Kesehatan dan kebijakan Kemenkes yang memprioritaskan penggunaan produk alkes dalam negeri di setiap rumah sakit.

Atas pengembangan produk bone filler itu, anak usaha dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk. itu menerima Penghargaan Karya Anak Bangsa di Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2019 di Serpong, Tangerang, Banten, hari ini (9/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
farmasi, pt phapros tbk

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top