Pendapatan PRDA Tumbuh 12,1 Persen Jadi Rp 799,08 Miliar

Tumbuhnya pendapatan emiten berkode saham PRDA itu ditopang oleh pendapatan tes pemeriksaan rutin sebesar 74,5 persen, tes esoterik 16,7 persen dan pendapatan non laboratorium 8,8 persen terhadap total pendapatan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  23:33 WIB
Pendapatan PRDA Tumbuh 12,1 Persen Jadi Rp 799,08 Miliar
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Prodia Widyahusada Tbk. membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,1 persen yoy menjadi Rp 799,08 miliar pada semester I/2019. Dengan begitu laba bersih perseroan juga ikut terkerek menjadi Rp81,69 miliar atau naik 34,2 persen yoy.

Tumbuhnya pendapatan emiten berkode saham PRDA itu ditopang oleh pendapatan tes pemeriksaan rutin sebesar 74,5 persen, tes esoterik 16,7 persen dan pendapatan non laboratorium 8,8 persen terhadap total pendapatan.

Adapun, segmen pelanggan individu menyumbang 34,43 persen dan rujukan dokter berkontribusi 32,43 persen. Adapun segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi menopang sekitar 21,20 persen dan 11,94 persen.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan kinerja keuangan Perseroan pada semester I/2019 adalah gambaran dari solidnya bisnis utama PRDA dan  bertumbuhnya pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan.

“Di samping itu, kami juga telah memperbaharui proses automasi pada proses kerja di laboratorium untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Kami optimis peningkatan pendapatan dan upaya efisiensi berkelanjutan akan meningkatkan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2019,” kata Dewi pada Selasa (30/7).

Sebagai informasi, perseroan menggunakan sistem automasi laboratorium atau Total Laboratory Automation (TLA). Penggunaan TLA ini telah meningkatkan 108 persen pada jumlah tes yang dianalisis di tahun 2019, meningkatkan 43 persen pada jenis tes yang dianalisis, dan mengurangi sekitar 9 persen turn-around time. Dengan adanya sistem Total Laboratory Automation (TLA) ini, Prodia dapat meningkatkan efisiensi dari segi biaya dan sumber daya manusia (SDM).

Sementara itu, total aset Perseroan semester I/2019 sebesar Rp 1,89 triliun. Terdiri dari aset lancar  Rp 1,12 miliar dan aset tidak lancar menjadi Rp774,83 miliar. Sementara, total liabilitas turun sekitar 3,1 persen menjadi Rp 356,86 miliar dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai Rp 368,21 miliar. Adapun total liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 114,73 miliar dan total liabilitas jangka panjang Rp 242,13 miliar.

Dalam enam bulan terakhir total ekuitas perseroan sebesar Rp 1,53 triliun. Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2019 dalam posisi surplus menjadi sebesar Rp197,90 miliar, atau naik sebesar 124 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp88,35 miliar.

Dewi mengatakan per 30 Juni 2019, PRDA telah menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp 506,92 miliar dari total dana hasil bersih penawaran umum kurang lebih Rp1,14 triliun. Penggunaan dana hasil IPO terdiri dari Rp334,85 miliar untuk pengembangan jejaring outlet, Rp84,73 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan Rp 87,33 miliar untuk modal kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prodia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top