Laba Panca Budi Idaman (PBID) Tergerus 22% pada Semester I/2019

PT Panca Budi Idaman Tbk. membukukan penjualan Rp2,26 triliun pada semester I/2019, naik 13,74% dari Rp1,99 triliun pada semester I/2018.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  08:57 WIB
Laba Panca Budi Idaman (PBID) Tergerus 22% pada Semester I/2019
Direktur Utama PT Panca Budi Idaman Tbk. Djonny Taslim (tengah) berbincang dengan Direktur Vicky Taslim (kanan) dan Direktur Tan Hendra usai paparan kinerja di Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Panca Budi Idaman Tbk. membukukan penjualan Rp2,26 triliun pada semester I/2019, naik 13,74% dari Rp1,99 triliun pada semester I/2018.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, penjualan masih didominasi dari kantong plastik yakni 56,72%. Penjualan di segmen kantong plastik naik 9,08% year-on-year menjadi Rp1,28 triliun.

Sementara itu, penjualan biji plastik yang berkontribusi 37,41% terhadap penjualan bersih, naik 15,49%. Adapun, pendapatan lain-lain naik 66,33%.

Penjualan lokal tercatat tumbuh 13,74% yoy menjadi Rp2,20 triliun. Adapun, penjualan ekspor naik 13,78% yoy menjadi Rp57,30 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan naik 17,30% yoy menjadi Rp1,92 triliun, serta beban penjualan naik 24,68% yoy menjadi Rp68,31 miliar.

Alhasil, laba usaha produsen kantong plastik itu tertekan 15,52% secara tahunan dari Rp188,12 miliar pada semester I/2018 menjadi Rp158,92 miliar pada semester I/2019. Sementara itu, beban keuangan perseroan juga naik 62,92% yoy menjadi Rp12,04 miliar.

Dengan perolehan tersebut, emiten berkode saham PBID ini mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp107,01 miliar pada semester I/2019, turun 22,40% dari Rp137,90 miliar pada semester I/2018.

Jumlah aset perseroan per 30 Juni 2019 Rp2,23 triliun, turun 2,87% dari Rp2,30 triliun per 31 Desember 2018. Jumlah liabilitas Rp669,65 miliar dan ekuitas Rp1,56 triliun.

Dalam paparan publik belum lama ini, Direktur Panca Budi Idaman Vicky Taslim mengatakan, perseroan menambah satu line produksi di pabrik Johor Malaysia. Pabrik di Malaysia untuk mensuplai produk heavy duty sack ke pabrik petrochemical di Malaysia dan Singapura. Perseroan mensuplai rata-rata 100 ton - 150 ton per bulan produk heavy duty sack.

"Yang sudah masuk Chevron Phillips di Singapura. Yang akan masuk [tender] ExxonMobil di Malaysia, juga The Petrochemical Company di Singapura," katanya.

Di dalam negeri, PBID memasok heavy duty sack ke PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. dan PT Lotte Chemical Titan Tbk. Saat ini kontribusi penjualan heavy duty sack sebesar 2%-3% terhadap total penjualan bersih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Panca Budi Idaman

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top