Raup US$63,5 juta dari Bisnis Jasa Kapal, PSSI Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi

Emiten logistik pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk. membukukan pendapatan non-audited sebesar US$63,5 juta sepanjang tahun lalu, merupakan pendapatan tertinggi yang diperoleh perseroan dalam 5 tahun terakhir.
Dara Aziliya | 05 Februari 2019 17:57 WIB
Logo Emiten PSSI

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten logistik pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk. membukukan pendapatan non-audited sebesar US$63,5 juta sepanjang tahun lalu, merupakan pendapatan tertinggi yang diperoleh perseroan dalam 5 tahun terakhir.

Capaian tersebut tercatat meningkat 29,57% dibandingkan pendapatan yang dibukukan perseroan pada 2017 (yoy) yang sebesar US$49 juta. Lonjakan tersebut diperoleh perseroan dari kenaikan volume angkut sekaligus ekspansi armada.

Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping Imelda Agustina Kiagoes menyampaikan pergerakan harga batu bara thermal global yang solid serta kenaikan konsumsi batu bara domestik menjadi pendukung utama kinerja perseroan sepanjang 2018.

“Perseroan juga melaksanakan program ekspansi armada secara berkelanjutan sejak 2016,” ungkap Imelda melalui keterangan resmi, Selasa (5/2).

Emiten dengan sandi PSSI tersebut mencatatkan lini bisnis Kapal Tunda dan Tongkang (TNB) menyumbangkan sekitar 55% dari Pendapatan non-audit perseroan pada 2018, diikuti oleh kontribusi dari Fasilitas Muatan Apung (FLF) sekitar 40% dan Kapal Induk (MV) sekitar 5%.

Lini bisnis Kapal Tunda dan Tongkang (TNB) melaporkan kenaikan yang signifikan dalam volume angkutan batubara dari sekitar 9,8 juta metrik ton di tahun 2017 menjadi sekitar 12,9 juta metrik ton di tahun 2018, yang mencerminkan kenaikan sekitar 31,63% atau kenaikan sekitar 3,1 juta metrik ton.

Pada lini FLF, perseroan melaporkan pengerjaan volume sebanyak 20,3 juta metrik ton di tahun 2018, , sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 20,4 juta metrik ton yang ditangani selama tahun 2017. Penurunan ini disebabkan perseroan melakukan divestasi satu unit FLF Barito pada September 2018.

Lini bisnis baru MV (Mother Vessel/Kapal Induk) yang baru saja mulai beroperasi dengan 1 unit kapal kelas Handysize sejak Maret 2018, menyumbangkan volume sekitar 280 ribu metrik ton di tahun 2018.

Secara keseluruhan, total volume yang ditangani oleh PSSI di tahun 2018 mencapai 33,5 juta metrik ton dibandingkan dengan sekitar 30,2 juta metrik ton di tahun 2017, tumbuh sebesar 10,9%. Capaian volume tersebut pun merupakan rekor tertinggi yang dicatatkan PSSI dalam 5 tahun terakhir.

Di akhir tahun 2018, PSSI ] menambah satu lagi kapal kelas Handysize bernama “Dewi Ambarwati” seharga US$9,6 juta. Baru-baru ini menandatangani Perjanjian Jual-Beli (SPA) untuk kapal kelas Supramax pertamanya senilai US$10,5 juta yaitu pada 25 Januari 2019.

Realisasi dari tambahan armada ini akan menaikkan kapasitas angkut MV Perseroan dari awalnya 30.000 DWT menjadi 110.000 DWT, sejalan dengan strategi PSSI untuk mendukung kebutuhan logistik Indonesia untuk sektor Energi dan Pertambangan.

Dengan posisi keuangan yang kuat, PSSI berencana menambah lagi MV ke dalam armadanya, guna memenuhi target perseroan untuk volume kargo sebesar 1,8juta—2,2 juta metrik ton di tahun 2019 untuk armada MV.

Namun, realisasi penambahan armada ini bergantung pada kondisi pasar dan kemampuan untuk menambah armada. Adapun, pada tahun ini PSSI mematok target pertumbuhan organik sebesar 25%-30%.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top