Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembelian Meningkat Gila-gilaan, Emas pun Laris Manis selama 2018

Pembelian dalam jumlah besar-besaran oleh bank sentral di seluruh dunia dan minat investor untuk aset safe haven membantu memacu permintaan emas tahun lalu.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  16:33 WIB
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pembelian dalam jumlah besar-besaran oleh bank sentral di seluruh dunia dan minat investor untuk aset safe haven membantu memacu permintaan emas tahun lalu.

Menurut World Gold Council (WGC), permintaan emas global meningkat 4% menjadi 4.345,1 ton didorong pembelian oleh bank-bank sentral dalam jumlah terbesar sejak Amerika Serikat (AS) memutuskan patokan dolar AS untuk emas pada tahun 1971.

Dalam laporannya, WGC mengatakan angka penawaran dan permintaan untuk pembelian oleh bank sentral pada 2018 melonjak 74% menjadi 651,5 ton, jumlah tertinggi kedua sepanjang masa.

Pembelian emas batangan dan koin juga meningkat, sedangkan investor Eropa meningkatkan pembelian ETF (exchange-traded funds) emas, sebagian karena ketidakpastian politik di kawasan tersebut.

Permintaan emas batangan dan koin naik 4% menjadi 1.090,2 ton, dengan pembelian koin menyentuh level tertingginya dalam lima tahun. Adapun arus masuk ETF global turun 67%, tetapi mencatat kenaikan di Eropa untuk 2018.

“Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan mendukung permintaan emas,” ujar Alistair Hewitt, kepala intelijen pasar di World Gold Council.

“Saya tidak melihat risiko yang membuat investor dan bank sentral khawatir akan memudar dalam waktu dekat, dan saya berharap emas akan tetap menjadi safe haven yang menarik pada 2019,” tambahnya, seperti dilansir Bloomberg.

Harga emas rally menjelang akhir tahun 2018 di tengah kekhawatiran tentang Brexit, kemerosotan pasar saham, dan ekspektasi untuk kebijakan moneter AS yang tidak terlalu agresif. Tren ini terus berlanjut bulan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak April 2019 terpantau lanjut menguat 10 poin atau 0,76% ke level US$1.325,50 per troy ounce hari ini, Kamis (31/1/2019) pukul 15.51 WIB, kenaikan hari kelima beruntun.

Emas kian terdongkrak oleh pelemahan dolar AS seiring dengan berkurangnya probabilitas penaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat oleh Federal Reserve AS.

Setelah mengadakan pertemuan kebijakan (FOMC meeting) selama dua hari yang berakhir pada Rabu (30/1/2019) waktu setempat, The Fed memutuskan mempertahankan tingkat suku bunganya di 2,25%-2,50% dan berjanji akan bersabar dalam hal penaikan biaya pinjaman lebih lanjut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top