Emerging Market Risau Hubungan AS-China, IHSG Turun Lagi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (29/1/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  17:38 WIB
Emerging Market Risau Hubungan AS-China, IHSG Turun Lagi
Karyawan melintas di dekat papan penunjuk pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (29/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,34% atau 22,23 poin di level 6.436,48 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (28/1), IHSG berakhir terkoreksi 0,37% atau 24,13 poin di posisi 6.458,71.

IHSG sebelumnya dibuka turun 0,07% atau 4,24 poin di level 6.454,47 dan sempat berbalik menguat sebelum akhirnya kembali melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.428,72 – 6.485,25.

Tujuh dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori negatif, dipimpin sektor perdagangan (-1,25%) dan properti (-0,98%). Adapun sektor infrastruktur dan aneka industri masing-masing naik 0,63% dan 0,18%.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 159 saham menguat, 241 saham melemah, dan 227 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing turun 2,38% dan 4,82% menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG hari ini.

Di sisi lain, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing naik 1,59% dan 0,82% menjadi pendorong utama sekaligus membatasi pelemahan IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melanjutkan kenaikannya pada hari kedua dengan berakhir melemah 0,33% atau 1,86 poin di level 571,64, setelah ditutup terkoreksi 0,46% di posisi 573,50 pada perdagangan Senin (28/1).

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga berakhir di zona merah, di antaranya indeks FTSE KLCI Malaysia (-0,42%), indeks FTSE Straits Times Singapura (-0,37%), dan indeks PSEi Filipina (-0,04%).

Indeks Shanghai Composite China berakhir turun 0,10%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,16%. Kendati demikian, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang mampu ditutup di zona hijau masing-masing dengan kenaikan 0,08% dan 0,10%.

Dilansir dari Reuters, bursa saham emerging market melemah di tengah kekhawatiran pelaku pasar menjelang perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China pada 30-31 Januari.

Indeks saham developing world MSCI pun bertambah turun 0,1%, setelah melemah 0,4% pada perdagangan Senin (28/1).  

Harapan bahwa dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan bergerak ke arah penyelesaian sengketa perdagangan tertekan setelah Departemen Kehakiman AS memberikan dakwaan pidana terhadap raksasa telekomunikasi asal China, Huawei Technologies.

Dalam sebuah briefing di Washington pada Senin (28/1) waktu setempat, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengatakan putaran pembicaraan yang akan diadakan selama dua hari tersebut akan membahas tuntutan AS atas perubahan struktural pada ekonomi China dan janji Beijing untuk membeli lebih banyak barang-barang asal Amerika.

Namun bahkan sebelum pertemuan itu dimulai, ekspektasi akan adanya progres besar diperumit dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara seputar Huawei.

“China tidak menyukai hal-hal ini, itu adalah duri dalam hubungan yang sudah relatif buruk antara Amerika dan China," kata Paul Fage, pakar strategi pasar negara berkembang senior di TD Securities.

Menurutnya, pasar masih menantikan hasil konkret mengenai isu perdagangan yang mengganjal kedua negara.

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

BBRI

-2,38

CPIN

-4,82

GGRM

-2,30

INPP

-22,71

UNTR

-2,47

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+1,59

BBCA

+0,82

TPIA

+3,64

BYAN

+3,87

HMSP

+0,54

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, emerging market

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top