Dapat Penurunan Peringkat Moody’s, Ini Tanggapan Lippo Karawaci

PT Lippo Karawaci Tbk. mengaku menyiapkan banyak strategi untuk memenuhi berbagai kewajiban perseroan dan masih mampu menghasilkan kinerja yang baik tahun ini.
Emanuel B. Caesario | 29 Juni 2018 02:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Lippo Karawaci Tbk. mengaku menyiapkan banyak strategi untuk memenuhi berbagai kewajiban perseroan dan masih mampu menghasilkan kinerja yang baik tahun ini.

Ketut Budi Wijaya, Direktur Utama Lippo Karawaci, mengatakan bahwa pandangan Moody’s terhadap Lippo dan keputusan lembaga tersebut menurunkan peringkat LPKR disebabkan karena lembaga tersebut memandang kondisi bisnis properti di Indonesia secara umum memang melemah.

Dirinya memaklumi hal tersebut. Meski begitu, menurutnya perseroan bukan tanpa strategi untuk menyiasati aneka kewajiban perseroan. Sayangnya, tuturnya, lembaga pemeringkat hanya melihat dari kinerja yang sudah berjalan, bukan dari program antisipasi perseroan di masa mendatang.

Menurutnya, Moody’s beranggapan perseroan hanya bertopang pada satu proyek raksasa saja, yakni Meikarta, yang banyak mendapat isu negatif, padahal perseroan masih memiliki banyak sumber pendapatan lainnya.

“Kita sampaikan kepada Moody’s bahwa kita juga ada plan lain. Kami ada banyak aset yang bisa kami jadikan cash, karena harganya ada di pasar. Walaupun secara menyeluruh rasio utang kami di bawah target Moody’s, tetapi sebetulnya kami ada plan untuk memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan,” katanya belum lama ini.

Menurut catatan JP Morga, setidaknya ada 4 aset perseroan yang telah diidentifikasikan untuk dijual, yakni Puri Mall senilai Rp5,5 triliun, area perumahan seluas 6,8 hektare di Jakarta Selatan, 40% saham di sebuah rumah sakit Myanmar senilai Rp300 miliar, dan potensi divestasi 28% saham LPRK dalam First REIT dengan nilai pasar sebesar US$225 juta.

Pada kuartal pertama tahun ini, perseroan masih membukukan laba senilai Rp132 miliar. Memang, laba tersebut turun dibandingkan kuartal pertama 2017 yang senilai Rp142 miliar, tetapi setidaknya kinerja perseroan masih positif.

Perseroan juga membagikan dividen senilai Rp61,5 miliar dari laba tahun buku 2017, yang menunjukkan perseroan masih memiliki kemampuan keuangan yang baik.

Meski begitu, perseroan mengalami penurunan kas cukup signifikan. Kas dan setara kas perseroan tercatat Rp1,87 triliun per 31 Maret 2018, turun dibandingkan akhir tahun 2017 yang senilai Rp2,54 triliun. Pada periode yang sama, liabilitas meningkat dari Rp26,9 triliun menjadi Rp27,7 triliun.

Tag : lippo karawaci, lpkr
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top