BBJ Dongkrak Industri PBK & Gandeng Pialang yang Sempat Vakum

Guna mendongkrak pertumbuhan industri Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK), Bursa Berjangka Indonesia (BBJ) terus mendorong perkembangan seluruh pialang berjangka yang tercatat di bursa tersebut, termasuk perkembangan pialang berjangka PT. Real Time Futures yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
Eva Rianti | 13 April 2018 18:35 WIB
Konferensi pers PT. Real Time Futures di Jakarta, Jumat (13/4/2018). - Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Guna mendongkrak pertumbuhan industri Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK), Bursa Berjangka Indonesia (BBJ) terus mendorong perkembangan seluruh pialang berjangka yang tercatat di bursa tersebut, termasuk perkembangan pialang berjangka PT. Real Time Futures yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.

“Real Time Futures ini mengalami perubahan over all dengan akuisisi setelah vakum beberapa tahun terakhir,” kata Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang pada acara konferensi pers PT. Real Time Futures di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Paulus menuturkan bahwa pialang berjangka yang berdiri sejak 2004 tersebut telah memiliki legalitas yang sempurna sehingga mampu mendorong perkembangan industri PBK ke depan. Di samping itu, sambungnya, pialang tersebut memiliki sasaran pasar yang sangat prospektif yaitu kalangan milenial.

“Milenial saat ini jadi sasaran target industri investasi kontrak derivatif. Di samping itu, Bappebti membuka peluang untuk asing masuk sehingga menambah customer di Indonesia,” lanjutnya.

“Kami menyasar generasi milenial sebagai target market karena generasi zaman now sangat kritis. Kami melihat ada peluang untuk mengubah stigma negatif tentang PBK sebagai investasi yang merugikan selama ini,” CEO PT. Real Time Futures Junaidi Roparulian Simanjuntak.

Junaidi menuturkan bahwa produk yang akan ditawarkan oleh pialang tersebut berupa 2 jenis produk investasi yaitu kontrak berjangka komoditi (kontrak gulir emas) dan kontrak derivatif (mata uang, emas, dan CFD/contract for different single stock).

“Kami memiliki target transaksi PBK mencapai 10.000 lot per bulan,” kata Narif Rahmat Santoso, Komisaris PT Real Time Futures.

Kepala Bagian Penguatan Perdagangan Berjangka Komoditi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Natalius Nainggalon menuturkan bahwa pihaknya sangat konsen dalam mengawasi perkembangan industri PBK di samping telah memberlakukan sistem anyar yang baru dilaunching pada awal tahun yaitu Sistem Pengawasan Tunggal Transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPTT—SPA).

“Pada 2017 lalu, PBK telah mengalami peningkatan 8% dari tahun sebelumnya. Kami terus berusaha konsen mengawasinya,” ujar Natalius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bbj, bursa berjangka

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top