Danareksa Sekuritas Siapkan IPO 3 Perusahaan Pelat Merah

PT Danareksa Sekuritas telah mengantongi mandat untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tiga perusahaan pelat merah pada tahun ini. Perusahaan tersebut menggunakan laporan keuangan Desember 2017.
Tegar Arief | 18 Februari 2018 17:05 WIB
Karyawati berbincang di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/7). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Danareksa Sekuritas telah mengantongi mandat untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tiga perusahaan pelat merah pada tahun ini. Perusahaan tersebut menggunakan laporan keuangan Desember 2017.

"Saat ini kami sedang proses IPO tiga anak BUMNM yang akan memakai audit Desember 2017," kata Managing Director Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, ketiga perusahaan tersebut telah memastikan untuk melakukan IPO. Di luar tiga perusahaan pelat merah itu, Danareksa juga tengah melakukan komunikasi dengan sejumlah perusahaan terkait pelaksanaan IPO.

Namun karena masih belum mendapatkan keputusan, Boumediene enggan untuk menyebutkan rincian perusahaan yang melakukan penjajakan itu. "Ada beberapa yang masih proses beauty contest baik perusahaan swasta maupun anak BUMN," sambungnya.

Sejumlah perusahaan pelat merah memang berencana untuk melantai di bursa pada tahun ini. Boumediene pun masih bungkam saat ditanya identitas ketiga perusahaan tersebut.

Berdasarkan catatan Bisnis, anak BUMN yang akan melakukan IPO tahun ini antara lain PT PP Energi, PT Adhi Persada Gedung, PT Wijaya Karya Realty, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Tugu Pratama Indonesia, PT PP Urban, PT Bank BRI Syariah, PT Waskita Toll Road, dan PT HK Realtindo.

Sementara itu, Danareksa juga tengah menggarap 10 penerbitan obligasi untuk sejumlah perusahaan pada tahun ini. mayoritas perusahaan tersebut bergerak di sektor jasa keuangan. Terkait nilai, Boumediene berdalih belum bisa disebutkan karena masih belum final.

"Ada sekitar 10 deal obligasi yang kami partisipasi yaitu PUB tahap lanjutan. Untuk nilainya masih belum bisa disebutkan karena belum final. Masih belum selesai bookbuild obligasinya," jelasnya.

Danareksa terbilang menjadi perusahaan sekuritas yang paling aktif. Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang 2017 perseroan menguasai 13,33% dari total emisi obligasi 2017 Rp157,16 triliun yang ditangani 22 sekuritas. Nilai penjaminan yang ditangani Danareksa mencapai Rp19,61 triliun.

Tag : danareksa sekuritas
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top